Surya/

Menkes : Lebih Baik Riset Didanai Luar Negeri Daripada Dijual Ke Luar Negeri

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek, mendorong agar penelitian mengenai stem cell ditingkatkan lewat kerjasama dengan industri karena biayanya tinggi.

Menkes : Lebih Baik Riset Didanai Luar Negeri Daripada Dijual Ke Luar Negeri
Surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Menkes RI, Nila Moeloek (kanan) saat hadir dalam "National Symposium & Workshop Stem Cell" yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Minggu (13/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, menyebut perlunya adanya kerjasama dengan industri untuk menggenjot penelitian mengenai stem cell. Pasalnya, biaya penelitian sel punca ini sangat tinggi. Minimal dana yang dibutuhkan mencapai Rp 30 juta, tidak seluruhnya bisa dicover oleh beasiswa dari pemerintah.  

RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit pendidikan , menurutnya akan banyak yang melakukan riset terkait stem cell.

“Ini akan lebih baik jika didanai industri, hasil temuannya bisa dijadikan produk nantinya sama industri. Ini lebih baik dibandingkan dijual ke luar negeri,” tegasnya usai acara "National Symposium & Workshop Stem Cell" yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini, Minggu (13/8/2017).

Menanggapi hal ini, Rektor Unair,Prof Moh Nasih mengungkapkan harus ada langkah pemerintah dalam mendukung riset peneliti. Jika hanya bergantung pada pihak yang memiliki modal, dirinya khawatir akan terjadi politik di bidang kesehatan dan monopoli.

"Stem cell ini kalau benar-benar terbukti dan digunakan secara massal pasti ada banyak obat yang tergerus yang tidak lagi digunakan dan akan merugikan mereka yang punya bisnis. Itulah mengapa mereka punya banyak cara agar penelitian dan pengembangan tidak sampai finish," ujar Nasih.

Di Amerika, lanjut dia, sudah ada kesepakatan untuk tidak mengembangkan stem cell terlebih dahulu. Hal tersebut harus menjadi konsen di luar dari aspek medis.

"Politik internasional termasuk politik kesehatan internasional harus menjadi perhatian semua pihak," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help