Surya/

Korban Pesta Miras Tulungagung Bertambah, Satu Perempuan Pemandu Lagu Meninggal Dunia

Setelah tiga orang tewas akibat pesta miras yang berlangsung 2 hari berturut-turut di Tulungagung, kini seorang pemandu lagu akhirnya meninggal dunia.

Korban Pesta Miras Tulungagung Bertambah, Satu Perempuan Pemandu Lagu Meninggal Dunia
surabaya.tribunnews.com/David Yohanes
Kafe Bengawan yang menjadi arena pesta miras di Tulungagung yang akhirnya berujung maut. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Korban pesta miras dua hari berturut-turut di Cafe Bengawan, Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru bertambah. Seorang pemandu lagi, Opi (17) meninggal dunia setelah tiga hari menjalani perawatan.

Kepastian kematian Opi disampaikan oleh Kepala Desa Bulusari, Pramudianto, Minggu (13/8/2017).

Menurut Pramu, dirinya meminta perangkat untuk melacak keberadaan Opi dan Anis yang dikabarkan selamat. Namun perangkat tersebut mendapatkan Opi sudah meninggal dunia pada Jumat (11/8/2017).

"Dari hasil pelacakan, diketahui Opi berasal dari Tales (Kecamatan Ngadiluwih), Kediri. Tapi Opi meninggal pada malam Sabtu," ungkap Pramu.

Kini pihaknya masih melacak keberadaan Anis. Anis dikabarkan satu-satunya pemandu lagu yang kemungkinan dalam keadaan sehat. Sebab Anis beberapa kali minta air kelapa karena sudah tidak kuat minum minuman keras.

Dari informasi yang didapat, Anis dirawat di Rumah Sakit Aura Shifa di Ploso Klaten, Kabupaten Kediri. Namun setelah dilacak di rumah sakit tersebut, Anis tidak ditemukan.

"Nomor teleponnya ada, tapi sudah dipegang sama laki-laki. Entah siapa, setelah itu mati," tambah Pramu.

Baca: Dua Hari Pesta Miras, Tiga Orang di Tulungagung Tewas Bergantian

Masih menurut Pramu, sebelumnya seorang pemandu lagi lain, Pipi juga meninggal dunia di Nglampir, Kecamatan Bandung. Saat itu Pipi disembunyikan di rumah seseorang bernama Edy Sancoko. Karena itu Pramu berharap, polisi lekas meminta penjelasan dari Edy.

"Bagaimana pun dia yang paham, kenapa Pipi sampai ada di rumahnya. Terus bagaimana kondisi Pipi sebenarnya sampai meninggal dunia," tegas Pramu.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help