Surya/

Taman Kreatif

Begini Gairah Pegiat Startup Surabaya Sambut Working Space di Eks TPA Keputih

Founder startup Cak Trans, Yosephus Widyawan mengaku, ide Pemkot membangun working space di Keputih dan Siola membantu bisnis dunia digital.

Begini Gairah Pegiat Startup Surabaya Sambut Working Space di Eks TPA Keputih
Beberapa fasilitas di Taman Kreatif Eks TPA Keputih yang akan dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya menggunakan anggaran sekitar Rp 4 miliar. 

"Sebab setiap start up kadang kebutuhannya berbeda-beda. Kalau saya di bidang video mapping banyak membutuhkan ruang luas yang kedap cahaya," ucap Akbar pegiat start up di bidang video mapping itu kepada Surya.

Lulusan ITS jurusan Desain Produk ini mengatakan, ruang itu sangat dibutuhkan terutama saat testing kualitas video mapping. Ia bersama enam anggota timnya biasa menggunakan kamar kontrakan yang disewa bersama-sama untuk menghasilkan karya.

"Selain itu, kalau start up di bidang saya, khususnya juga butuh ruang kerja yang luas untuk desain mockup. Atau miniatur bentuk yang akan kami mapping," ujarnya.

Jika fasilitas tersebut disediakan, tentu akan membantu sekali bagi pelaku startup khususnya anak muda Surabaya yang tertarik mengembangkan video mapping. 

Tidak hanya itu, ia sendiri sudah mencicipi bagaimana bergabgung dan bekerja dengan banyak kelompok start up lain dalam satu tempat saat Geek Fest Mei 2017.

Menurutnya yang menjadi poin penting dalam bekerja bersama tersebut banyak saran yang bisa di share dari setiap kelompok yang ikut bekerja sama. Working space yang dibangun Pemkot itu yang diharapkan.

“Seperti ada tutor pembimbing maupun pakar yang ikut memberi masukan. Saya harap fasilitas itu juga ada, baik yang ada di Keputih maupun di Siola," ucap pemuda usia 23 tahun ini.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, working space yang ada di Siola nanti direncanakan akan difasilitasi dengan kelas-kelas bersama ahlinya. Bahkan, yang akan ikut membimbing start up Surabaya adalah pelaku bisnis digital, seperti dari Facebook, Google dan juga banyak perusahaan lain.

"Supaya anak-anak Surabaya bisa belajar langsung dari pakarnya. Nanti akan ada jadwalnya kapan pakar itu akan datang membimbing mereka secara langsung," kata Risma.

Untuk working space di Siola, Risma mengatakan, sedang proses finishing gedung. Sedangkan untuk insinerator akan dibangun linier dengan pembangun ruang publik kreatif.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help