Surya/

264 Guru IPS Ikuti Pelatihan Guru Terintegrasi

Selama sebulan penuh, ratusan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat SMP mengikuti pelatihan guru terintegrasi.

264 Guru IPS Ikuti Pelatihan Guru Terintegrasi
Surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Pelatihan Guru IPS terintegrasi di Universitas Surabaya yang diikuti guru IPS tingkat SMP, Minggu (13/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahun Sosial tingkat SMP mengikuti pelatihan guru terintegrasi.

Pelatihan ini diikuti 264 guru yang pendidikannya berasal dari rumpun pendidikan sosial, baik dari jurusan Geografi, Ekonomi, Sosiologi ataupun Sejarah.

Selama 1 bulan mereka mengikuti pelatihan tiap akhir pekan untuk menambah kompetensinya terkait setiap mata pelajaran komponen IPS. Tak hanya guru muda, sejumlah guru yang telah mengabdi cukup lama juga mengikuti pelatihan layaknya perkuliahan ini.

Seperti Aji Suharko (52), guru IPS SMPN 3 ini mengikuti pelatihan dengan membawa modul pembelajaran IPS yang digunakannya selama ini. Menurutnya, untuk kembali belajar materi di luar disiplin ilmunya memang cukup susah. Hanya saja, karena telah sering ia lakukan, menjadi lebih mudah pemahamannya.

“Saya dasarnya guru Geografi, kalau belajar materi lain dalam IPS asal diseriusi ya tidak susah,” ungkapnya usai mengikuti pre test yang dilakukan usai pembukaan pelatihan ini, Minggu (13/8/2017).

(Tak kalah menarik: Momen Kocak Saat Presiden Jokowi Ketemu Santri Paling Ganteng di Jember)

Hal serupa diungkapkan guru IPS SMPN 22, Ifa Tri Handayani (53). Menurutnya pelatihan yang pertama kali ia ikuti ini sangat membantu pengajaran yang dilakukannya. Ia bahkan menegaskan guru dengan usia tua belum tentu mumpuni dalam mengajar.

“Tambahan ilmu saja, senang sebenarnya. Karena saat tua belum tentu pintar apalagi anak sekarang lebih canggih. Perlu penyegaran terus kami para guru,” ujar wanita yang latar belakangnya sebagai guru ekonomi ini.

Dosen Ekonomi Unesa, Jun Surjanti salah satu pengisi materi dalam pelatihan mengungkapkan terdapat indikator dalam ekonomi yang bisa diterapkan dalam IPS Terpadu. Ia memisalkan untuk materi ruang dan waktu, selain dipelajari geografi ruangannya, juga akan dipelajari perekonomian masyarakatnya.

“Jadi bagaimana menerapkan materi ekonomi dalam materi IPS. Bagaimana guru bisa menyikapi kegiatan ekonomi dalam suatu interaksi sosial,” ungkapnya.

Mamik Suparmi, Kepala Bidang Guru Ketenagakerjaan (GTK) Dinas Pendidikan KotaSurabaya menjelaskan peningkatan kompetensi guru ini dilakukan agar guru IPS mampu menerapkan pengajaran sepenuhnya. Apalagi para guru tidak semuanya linier dengan mata pelajaran di dalam IPS.

“Mereka latar belakangnya dari berbagai jurusan, tetapi harus mengajar IPS. Jadi guru yang geografi harus menguasai Sosiologi, Ekonomi dan Sejarah. Guru dari bidang lain juga demikian,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan ini akan dilakukan berkala untuk guru-guru lainnya. Sebelumnya sudah dilakukan untuk guru MIPA, Bahasa. Berikutnya kan dilakukan PPKN tingkat SMP dan kemudian guru kelas SD.

“Setiap akhir pekan, mereka mengikuti pelatihan ini dengan diawali pretest. Setelah pelatihan usai juga ada post test untuk pelatihan,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk pelatihan kali ini dilakukan berdasarkan kurikulum 2013. Termasuk bagi guru sekolah baru yang mungkin masih menerapkan KTSP.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help