Surya/

Berita Surabaya

Saat Satpol PP dan Linmas Harus Menjinakkan Ular dan Buaya, 'Semoga Tak Puasa 7 Hari 7 Malam'

Binatang-binatang itu harus mereka jinakkan saat lepas dan mengancam warga Kota Surabaya.

Saat Satpol PP dan Linmas Harus Menjinakkan Ular dan Buaya, 'Semoga Tak Puasa 7 Hari 7 Malam'
surabaya/nuraini faiq
Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya dilatih menjinakkan ular. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Puluhan petugas Satpol PP, Linmas, dan PMK Kota Surabaya dikerahkan untuk mendapat bekal ilmu pawang ular, Sabtu (12/8/2017). 

Bahkan tidak hanya binatang reptil yang ganas itu, mereka juga harus menguasai ilmu pawang buaya.

Binatang-binatang itu harus mereka jinakkan saat lepas dan mengancam warga Kota Surabaya.

"Warga saya yakin tidak akan berani kalau tiba-tiba ada ular liar masuk kampung. Dibutuhkan petugas untuk menjinakkan binatang reptil.  Untuk memberi nyaman warga," ujar Kasatpol PP dan Linmas Surabaya, Irvan Widiyanto.

Ada 30 anggota Satpol PP, Linmas, dan PMK pilihan yang mulai dilatih Sabtu pagi.

Mereka belajar bersama pawang handal dari KBS.

"Mudah-mudahan gak sampai Poso Pitung ndino Pitung bengi (tidak perlu puasa tujuh hari tujuh malam). Ono mantrane apa tidak," reaksi salah satu anggota Satpol PP yang ikut pelatihan menjadi pawang.

Oleh instruktur, mereka dibekali cara praktis menjinakkan ular. Dengan berbekal tongkat, bagian ujung dibuat semacam huruf U kecil. 

Tongkat ini akan bisa menjepit ular sehingga tak sampai liar dan mengancam warga. Inilah tongkat penjepit ular saat liar.

Sementara untuk menjinakkan buaya yang bikin petugas pemkot itu gemetar.

Selain peralatan sederhana, mereka hanya membawa kain goni tebal dan sejumlah tampar. 

Irvan menuturkan bahwa pihaknya perlu dilengkapi anggota yang juga pawang hewan reptil. Setiap saat pasti ada hewan reptil liar atau piaraan yang lepas.

Pemkot Surabaya selama ini memiliki Call center 112. Ini adalah chanel jalur khusus warga yang butuh bantuan.

Satpol PP dan Linmas bersama PMK yang turun menjinakkan hewan reptil nantinya. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help