Surya/

RSAL Dr Ramelan

RSAL Bangun Gedung 10 Lantai Pakai APBN Rp 800 M, Ini Fasilitasnya

"Kami ingin meyakinkan masyarakat, tidak perlu berobat ke luar negeri. Kualitas tenaga kesehatan di Surabaya sudah bagus," pesan Nalendra, Kepala RSAL

RSAL Bangun Gedung 10 Lantai Pakai APBN Rp 800 M, Ini Fasilitasnya
Budayawan, Emha Ainun Najib (cak nun) saat mengisi ngaji bareng dalam peringatan HUT RSAL ke-67 di halaman Rumah Sakit, Jumat (11/8) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan, Nalendra mengaku telah mendapat persetujuan dari Menteri Pertahanan untuk membangun gedung 10 lantai.

Nalendra menyampaikan itu kepada Surya di sela memperingati hari ulang tahun (HUT) RSAL Dr Ramelan, Jumat (12/8) malam.

Menurut Nalendra, dana yang akan dipakai untuk membangun berasal dari APBN sekitar Rp 800 miliar.

"Kami sudah mendapat persetujuan dari Menteri Pertahanan untuk pembangunan RSAL. Realisasinya multi years sampai tahun 2019 mendatang," ujar Nalendra.

Perlunya menambah kapasitas gedung untuk mengurangi antrean pasien kanker yang melakukan pemeriksaan radioterapi dan penyinaran.

Sebab, setiap tahun, antrean pasien di rumah sakit di Jawa Timur mengalami peningkatan, bahkan harus antre enam bulan sampai setahun.

"Ini karena di rumah sakit kami, radio terapinya hanya memiliki kapasitas 60 pasien per hari," kata Nalendra.

Tahun ini, pihak RSAL akan meningkatkan kapasitas penanganan pasien kanker menjadi 130 pasien per hari agar bisa menjalani pemeriksaan radioterapi. Di antaranya menambah ruang operasi, radioterapi, dan alat kesehatan.

Dengan gedung baru nanti, pengelola RSAL akan menambah ruang ICU. Dari 23 ruang ICU akan ditambah 50 kamar ICU lagi. Karena kekurangan ruang, kata Nalendra, pihaknya menolak 49 persen pasien yang datang untuk dirawat di ICU.

Gedung sepuluh lantai itu akan dibangun di atas lahar sekitar seribu meter persegi di bagian depan RSAL Dr Ramelan.

Nalendra berharap, penambahan ruang ICU, kamar operasi dan ruang pemeriksaan bisa meningkatkan pelayanan di saat keadaan gawat darurat atau emergency.

"Selain itu, kami juga ingin meyakinkan ke masyarakat bahwa tidak perlu berobat ke luar negeri, sebab kualitas tenaga kesehatan di Surabaya sudah bagus dan sama dengan luar negeri. Per tahun devisa di bidang kesehatan terbuang sebesar Rp 100 miliar karena warga berobat ke luar negeri," katanya.

Menurutnya, persetujuan pembangunan dari Menteri Pertahanan menjadi kado RSAL yang kini merayakan HUT ke 67 tahun. Pembangunan fisik gedung baru rumah sakit itu akan dimulai akhir tahun ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf mengatakan, peningkatan pelayanan rumah sakit di Jawa Timur harus dilakukan. Termasuk meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat untuk berobat di dalam negeri.

"Jawa Timur memiliki 300 rumah sakit, 900 puskesmas, dan 3.000 Puskesdes yang kualitasnya terus kami tingkatkan, baik dari layanannya maupun tenaga medisnya," ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul saat menghadiri acara peringatan hari jadi RSAL. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help