Surya/

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Wajibkan Pengusaha Reklame Sediakan Solar Cell untuk Traffict Light

Pemkot Surabaya bakal mewajibkan semua pengusaha reklame untuk menyediakan pemasangan solar cell untuk traffict light, tujuannya agar...

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya bakal mewajibkan pengusaha swata khususnya pengusaha reklame untuk berpartisipasi merawat traffict light milik Pemkot Surabaya.

Salah satu bentuknya dengan menyediakan pemasangan solar cell untuk traffict light yang ada di kawasan pemasangan reklame.

Ini sejalan dengan program Dinas Perhubungan yang tengah giat menyediakan suplai tenaga surya untuk menjadi sumber daya lampu lalu lintas.

"Saat ini yang sudah terpasang ada 90 traffict light. Yang di persimpangan besar kami baru saja pasang di persimpangan Kertajaya KONI," ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, Sabtu (12/8/2017).

Traffict light di persimpangan Jalan Kertajaya - Jalan Ir Soekano sudah dipasang solar cell sebagai sumber daya lampu lalu lintas, Sabtu (12/8/2017).
Traffict light di persimpangan Jalan Kertajaya - Jalan Ir Soekano sudah dipasang solar cell sebagai sumber daya lampu lalu lintas, Sabtu (12/8/2017). (Surya Online/Fatimatuz Zahro)

Sedangkan yang lain dipasang di persimpangan kecil dan di warning light atau lampu kuning yang berfungsi agar pengguna jalan berhati-hati.

Ia mengatakan langkah pemasangan solar cell ini sebagai langkah antisipatif, terutama saat tahun lalu sempat ada 15 lampu lalu lintas yang mati lantaran gangguan PLN.

Oleh sebab itu, dengan adanya sumber daya dari tenaga surya, maka lampu lalu lintas tidak bergantung pada PLN. Melainkan bisa menyokong kebutuhan daya dengan solar cell yang ada di setiap traffict light.

"Nah, setiap persimpangan rencanaya akan dipasang dengan solar cell ini. Namun karena jumlah persimpangan sangat banyak dan pemasangan solar cell ini cukup mahal, maka kami akan menggandeng pengusaha reklame," kata Irvan.

Yaitu pengusaha reklame yang memiliki titik reklame di persipangan. Maka mereka diminta untuk tidak hanya menyediakan listrik untuk reklame mereka saja melainkan juga untuk traffict light Pemkot.

Biaya pemasangan solar cell untuk setiap lampu lalu lintas berkisar anyara Rp 200 juta. Memang mahal, namun dikatakan Irvan nilainya sesuai dengan efisiensi tenaga daya yang dihasilkan.

"Satu unit solar cell bisa dipakai bertahun-tahun. Paling hanya setiap dua tahun sekali ada perawatan mengganti baterai. Tapi nggak akan semahal investasi awal," katanya.

Tidak hanya itu, selain melakukan suplai daya untuk traffict light dengan solar cell, Dinas Perhubungan juga melakukan penyambungan jaringan daya dengan rumah pompa.

Sebab setiap rumah pompa memiliki sumber daya listrik sendiri yaitu dari jenset. Sehingga bisa dijadikan sumber daya mandiri tidak bergantung pada PLN.

"Sebab pengalaman dua tahun yang lalu ada 15 titik yang mati bersamaan. Sempat kacau karena ada beberapa titik yang jadi prioritas. Kalau pakai sumber daya mandiri tentu tidak bergantung listrik PLN mati," pungkas Irvan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help