Surya/

Sosialisasi UU Arsitek

Menteri PU, Basoeki : UU Arsitek Momentum Melahirkan Arsitek-aristek Handal dan Kompeten.

“Dengan UU ini arsitek lebih dilindungi profesinya dan bisa bersaing dengan arsitek di negara lain,” ujar Joni Hermawan, Rektor ITS.

Menteri PU, Basoeki : UU Arsitek Momentum Melahirkan Arsitek-aristek Handal dan Kompeten.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono usai sosialisasi UU Arsitek yang baru saja disahkan di Institut Teknologi 10 Nopember, Sabtu (12/8/2017). 

SURYA.co.id| SURABAYA- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Arsitek yang disahkan Juli 2017.

Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) pun menjadi sasaran sosialisasi karena memiliki program studi Arsitek.

Basoeki menjelaskan, UU Arsitek momentum melahirkan arsitek-aristek handal dan berkompeten.

Sehingga rancang bangun Indonesia nantinya sesuai standar kelayakan bangunan.

“Saya berharap sinergitas antar pemangku kepentingan dan UU mampu menjawab kebutuhan masyarakat di dunia rancang bangun,” ungkapnya usai seminar bertajuk UU Arsitek: Menuju Arsitektur Dunia Yang Lebih Baik ini, Sabtu (12/8).

Peran besar arsitek, katanya, merenovasi venue Gelora Bung Karno dengan arsitektur yang baik.

Mulai dari toilet, mushola, dan tribun akan direnovasi, namun tetap membiarkan heritage-nya.

“UU dan sumber daya manusia (SDM) secara bersamaan perlu dikembangkan untuk bisa bersaing di era global,” imbuhnya.

Basuki menjelaskan, daya saing infrastruktur Indonesia dalam konteks global sudah berhasil naik dua peringkat di peringkat 60 dunia. Ini membuktikan Indonesia bisa progresif dalam hal pembangunan.

“Daya saing yang memenangkan bukan tentang (siapa) besar atau kecil, tapi tentang (siapa) yang cepat atau lambat. Tapi kalau cepat murah tapi jelek tetap aja gak laku,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help