Surya/

Dugaan Korupsi

Jaksa Kejari Temukan Indikasi Korupsi Pembangunan SD Sememi Pakai Dana Hibah 2014

"Hanya dibangun 17 persen dari nilai yang dicairkan," tutur Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Sabtu (12/8.

Jaksa Kejari Temukan Indikasi Korupsi Pembangunan SD Sememi Pakai Dana Hibah 2014
surya/anas miftakhudin
Jampidum Noor Rachmad didampingi Kajari Surabaya Didik Fatkhan Alisyahdi saat meninjau Sentra Pelayanan Publik di Kejari Surabaya, Selasa (3/5/2016). 

SURYA.CO.ID, Surabaya - Setelah menemukan indikasi dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun anggaran 2014  dan dugaan penyelewengan dana Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun anggaran 2016, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menemukan lagi dugaan korupsi dana hibah.

Dugaan korupsi dana hibah itu dipakai untuk membangun salah satu Sekolah Dasar (SD) di daerah Sememi.

Dana hibah pembangunan sekolah tersebut diajukan langsung oleh kepala SD itu ke PemkotSurabaya senilai 300 juta.

Setelah dana cair, pihak kepala SD yang menjabat pada 2014 ditengarai tidak sepenuhnya menggunakan untuk membangun SD tersebut sebagaimana pengajuan dalam proposal.

"Hanya dibangun 17 persen dari nilai yang dicairkan," tutur Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Sabtu (12/8).

Adanya indikasi penyelewengan itu, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya menemukan kerugian negara yang cukup banyak.

"Untuk sementara, kerugian negara sekitar Rp 270 juta," ujar jaksa asal Bojonegoro ini.

Sebelumnya, penyidik telah menahan dua tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Pemkot pada 2014.

Tersangka yang kini meringkuk di rumah tahanan (Rutan) Medang, yakni Bagus Prasetya warga Dukuh Pakis dan Vicky Akbar Nista Tarafanur warga Wisma Tropodo, Waru, Sidoarjo.

Bagus adalah Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya Abadi di bidang advertising dan Vicky sebagai pihak penyedia barang dan jasa.

Penyidik menemukan kerugian negara sebesar Rp 128 juta. Kerugian itu  merupakan selisih harga dari pencairan dana hibah dari Pemkot yang digunakan tersangka Bagus untuk membeli mesin digital printing merk Gong Xen.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help