Surya/

Berita Malang Raya

Ditinggal Rapat Wali Mahasiswa, Rumah Pejabat Pemkot Malang Didatangi KPK

Enam orang penyidik mendatangi rumah Dahat Sih Bagyono, Kabid Tata Ruang DPUPR.

Ditinggal Rapat Wali Mahasiswa, Rumah Pejabat Pemkot Malang Didatangi KPK
surya/sri wahyunik
Penyidik KPK saat keluar dari rumah Kabid Tata Ruang DPUPR Dahat Sih Bagyono, Sabtu (12/8/2017). 

"Silakan bertanya kepada mereka. Pokoknya dokumen, ya sebagian dokumen pekerjaan," ujar Dahat.

Seperti diketahui, KPK menyidik dua perkara di Kota Malang.

Keduanya dugaan pemberian hadiah oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang tahun 2015 Jarot Edy Sulistyono kepada Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono dalam penganggaran proyek DPUPPB di P-APBD 2015.

Dan pemberian hadiah kepada Arief Wicaksono oleh Komisaris PT ENK Hendarwan Maruszaman dalam perkara pemberian janji penganggaran kembali proyek pembangunan jembatan Kedungkandang di APBD 2016.

Di perkara pertama, Arief menerima menerima hadiah uang sebesar Rp 700 juta dari Jarot. Sedangkan di perkara kedua, Arief menerima hadiah Rp 250 juta dari Hendarwan.

Penyidik KPK mendatangi rumah Dahat diperkirakan terkait dua perkara itu.

Di tahun 2015, Dahat menjabat sebagai Kabid Penataan dan Pengawasan Bangunan.

Dia juga pernah menjabat sebagai Kabid Bina Marga. Kedua jabatan ini diembannya saat Pekerjaan Umum masih bernama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB).

Akhir 2016, DPUPPB berubah nama menjadi DPUPR. Saat ini Dahat menjabat sebagai Kabid Tata Ruang.

Sebelumnya penyidik KPK sudah menggeledah Kantor DPUPR, Rabu (9/8/2017). Semua ruangan bidang di dinas itu digeledah penyidik yang mencari data. Salah satunya ruang Bidang Tata Ruang.

Penggeledahan di kantor itu berlangsung 12 jam. Ternyata saat ini penyidik merasa ada dokumen yang diperlukan dan itu berada di rumah Dahat.

Penyidik meninggalkan rumah Dahat sekitar pukul 12.11 Wib. Penyidik mengendarai dua mobil. Penyidik membawa satu koper.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help