Surya/

Pilgub Jatim 2018

Dana Hibah Pilkada Terlambat Cair - Pakde Karwo Sebut Ada Kesalahpahaman, kini Sudah di Tangan Sekda

"Jadi, berkasnya sudah ada di Sekda. Beliau yang menandatangani," ujar Pakde, Jumat (11/8/2017) di DPRD Jatim.

Dana Hibah Pilkada Terlambat Cair - Pakde Karwo Sebut Ada Kesalahpahaman, kini Sudah di Tangan Sekda
ist/Humas Pemprov Jatim
Pakde Karwo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin, S.H, dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan pihaknya tak bermaksud memperpanjang mekanisme penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk pilkada mendatang.

Menurut pria yang biasa disapa Pakde ini, ada kesalahpahaman prosedur penandatanganan yang membuat mekanisme pencairan sumber dana untuk pemilihan gubernur ini terhambat.

Pakde menjelaskan, NPHD awalnya bisa ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum Pemrov Jatim, yang dijabat oleh Himawan Estu Bagiio.

Namun, regulasi yang baru mengharuskan penandatanganan ini dilakukan dirinya.

Oleh karena itulah, hal tersebut membuat proses pencairan sumber dana pilkada ini terlambat.

Kini, Pakde pun telah menyerahkan kewajiban penandatanganan ini kepada Sekretaris Daerah, Akhmad Sukardi.

"Jadi, berkasnya sudah ada di Sekda. Beliau yang menandatangani," ujar Pakde, Jumat (11/8/2017) di DPRD Jatim.

Meskipun demikian, Pakde menegaskan bahwa besaran anggaran tersebut telah disiapkan, yakni Rp 817 miliar yang akan cair dalam dua termin.

Pada termin pertama akan cair tahun ini sejumlah Rp119 miliar.

Kemudian, pada termin kedua, akan kembali cair pada Januari tahun depan Rp698 miliar.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Eko Sasmito mengatakan pihaknya harus menggunakan anggaran internalnya untuk mengawali tahapan pilkada.

Bahkan, tahapan sosialisasi yang seharusnya dilakukan sejak bulan lalu, terpaksa diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

"Dalam membuat jadwal kami akan menunngu kepastian turunnya dana," kata Eko kepada Surya sebelumnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help