Surya/

Berita Jombang

BREAKING NEWS - Apotek RS Pelengkap Jombang Terbakar, Bambang Nyaris Tewas Terpanggang

Bambang Sulistyo (34), salah satu karyawan apotek menjelaskan, titik kebakaran berada tidak jauh dari tabung gas yang bocor.

BREAKING NEWS - Apotek RS Pelengkap Jombang Terbakar, Bambang Nyaris Tewas Terpanggang
surya/sutono
Mobi PMK melakukan pemadaman di Apotek RS Pelengkap Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Apotek Pelengkap, sebuah apotek milik Rumah Sakit Pelengkap di Jalan Juanda, Desa Kepanjen, Kecamatan/Kabupaten Jombang, terbakar Kamis malam (10/8/2017).

Informasinya, kebakaran berlangsung mulai sekitar pukul 20.30 WIB, dipicu bocornya tabung oksigen bertekanan tinggi di ruang belakang apotek.

Bambang Sulistyo (34), salah satu karyawan apotek menjelaskan, titik kebakaran berada tidak jauh dari tabung gas yang bocor tersebut, tepatnya di salah satu ruangan bagian belakang apotek.

Setelah mengetahui ada percikan api, Bambang langsung berteriak ada kebakaran dan meminta seluruh karyawan keluar ruangan apotek.

Selanjutnya, seorang karyawan mengontak pemadam kebakaran Pemkab Jombang.

Satu mobil pemadam kebakaran (damkar) Permkab Jombang pun turun ke lokasi.

Apotek yang menjadi satu dengan RS Pelengkap itu pun kemudian sudah penuh dengan polisi, petugas pemadam dan warga yang menyaksikan.

Tak lama kemudian dua mobil damkar datang lagi ke lokasi, sehingga total terdapat tiga mobil damkar yang melakukan pengendalian api.

Tak berapa lama, api bisa dikendalikan sepenuhnya. Namun sejumlah besar obat di gudang hangus terbakar.

Gudang itu lokasinya memang tak jauh dari tabung oksigen sumber kebocoran.

“Beruntung saya pergi ke ruang bagian belakang dan mengetahui ada percikan api dekat tabung oksigen. Kalau tidak, mungkin saya sudah mati terbakar. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” pungkas Bambang.

Wakapolres Jombang, Kompol Edith Yuswo Widodo, yang datang ke lokasi sempat memeriksa ruangan yang terbakar.

Dia menduga, terbakarnya apotek bersumber dari tabung gas oksigen yang bocor waktu dilakukan pengisian.

"Ada pengisian dari tabung oksigen yang besar ke tabung yang kecil. Saat itu diduga ada kebocoran. Untuk memastikan besok kami akan minta bantuan untuk Puslabfor Polda Jatim untuk olah tempat kejadian perkara," jelasnya.

Edith mengatakan, akan segera meminta keterangan dari karyawan dan saksi lainnya.

"Kerugian belum bisa diperkirakan, lebih-lebih harga obat kita tidak tahu pasti," terang Edith yang belum genap dua bulan menjabat Wakapolres Jombang.

Penulis: Sutono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help