Surya/

Lifestyle

Barista TGC Wajib Bisa Racik Kopi Sendiri dan Menikmati Rasanya, Ini Alasannya

Daniel tak menepis, saat barista perempuan ini ada pada siklus menstruasi, tentu hasil racikan mereka akan terasa berbeda.

Barista TGC Wajib Bisa Racik Kopi Sendiri dan Menikmati Rasanya, Ini Alasannya
surya/ahmad pramudito
Karyawan perempuan menjadi ciri khas TGC yang berlokasi di kawasan Loop Graha Family Surabaya Barat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Daniel Ko, pengelola The Grinder Coffee (TGC), tak hanya membuat gambar untuk ikon kopi daerah tertentu agar penikmat kopi mudah mengenali kopi kesukaannya.

Yang berbeda di The Grinder Coffee yang menempati area di Loop Graha Family Surabaya Barat ini adalah, kopinya diracik dan disuguhkan sekaligus oleh para barista perempuan.

Diakui Daniel, pemilihan karyawan wanita ini merupakan sebuah kenekatan tersendiri. Sebab, wanita dikenal ‘moody’ sehingga sering dikhawatirkan hasil ramuannya berpengaruh pada rasa kopi yang nantinya disuguhkan buat konsumen.

Daniel memang tidak menempatkan karyawan perempuannya hanya sebagai ‘pengantar’ kopi hasil racikannya.

“Mereka harus bisa membuat sendiri. Dan menikmati kopi buatannya, supaya mereka bisa menceritakan pada konsumen kopi yang enak itu seperti apa, dan bukan hanya katanya,” kata Daniel serius.

Daniel tak menepis, saat barista perempuan ini ada pada siklus menstruasi, tentu hasil racikan mereka akan terasa berbeda.

“Ini memang tantangannya. Saat mereka sedang sedih pun akan berpengaruh pada rasa kopi yang dibuatnya,” imbuh pria kelahiran Surabaya 24 Oktober 1973 ini.

Namun, keberadaan barista perempuan itu ditegaskan Daniel Ko, bisa menjadi trade mark bagi TGC.

“Barista perempuan ini diharapkan jadi ciri khas. Walau setelah jalan ya susah, tapi karena sudah terjadi harus dijalani,” tandasnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help