Single Focus

Polwan Cantik Jadi Tim Negosiator; Suko Widodo: Jadi Bumerang jika hanya Andalkan Penampilan

“Tetapi ini juga bumerang. Jika hanya mengandalkan attractiveness tanpa disertai kemampuan pengetahuan memadai malah mengurangi kualitas negosiasi.”

Polwan Cantik Jadi Tim Negosiator; Suko Widodo: Jadi Bumerang jika hanya Andalkan Penampilan
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Suko Widodo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan negosiator atau aparat penegak hukum dengan tampilan fisik menarik merupakan salah satu efektivitas komunikasi.

Menurut pakar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Dr Suko Widodo MSi, dalam istilah keilmuannya, hal ini disebut attractiveness atau tampilan yang menarik.

Saat lawan bicara mendapatkan kesan tampilan menarik, maka akan ada kecenderungan memberikan perhatian pada apa yang menjadi pembicaraan.

Hal inilah, yang menurut Suko, dapat membantu dalam proses negosiasi.

“Tetapi ini juga bumerang. Jika hanya mengandalkan attractiveness tanpa disertai kemampuan pengetahuan memadai malah mengurangi kualitas negosiasi,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Suko, tidak hanya dipilih berdasarkan penampilan fisik, sosok yang menjadi wajah negosiasi atau wajah publik harus memiliki kemampuan. Beberapa di antaranya, menguasai pengetahuan akan permasalahan yang dihadapi.

“Jadi setelah menarik perhatian dengan daya tarik fisik, mereka juga mampu mengambil perhatian yang akan diajak bicara dengan kemampuan mengenali siituasi,” lanjutnya.

Kemudian, mereka harus mengenali detail karakter audience dalam negosiasi. Hal ini disesuaikan dan latar belakang pendengar, sehingga bisa memilih penggunaan bahasa dan cara bersikap.

Terakhir, negosiator juga harus tahu kapan waktunya bicara dan kapan harus mendengar.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved