Surya/

YouGen

Mahasiswa Ini Sempat Menangis dan Sakit Ketika Jadi Volunteer di Mojokerto

Meski rasa lelah dan tangis dirasakan, namun itu menjadi pengalaman hidupnya hingga akhir hayat.

Mahasiswa Ini Sempat Menangis dan Sakit Ketika Jadi Volunteer di Mojokerto
surya/sudharma adi
Fransisca Stefanie Chandra 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para generasi muda pasti tahu apa itu volunteer atau sukarelawan.

Biasanya, volunteer bekerja pada organisasi non pemerintah atau lembaga akademis.

Sebagai volunteer, mereka bisa membantu menyelesaikan berbagai permasalahan, mulai kemanusiaan, bencana alam, hingga masalah kebijakan publik dan akademis.

Namun, karena dilakukan secara sukarela, maka mereka tak mengharapkan kompensasi seperti bayaran material. Meski begitu, ada banyak hal yang didapat.

Selain bisa mendapatkan sertifikat, surat referensi, mereka bisa mendapat pengalaman hidup.
Yang lebih penting lagi, mereka bisa mengembangkan diri dan membangun networking yang luas.

Itu yang dialami para generasi muda dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya ini.

Seperti Fransisca Stefanie Chandra. Perempuan yang kuliah Ilmu Komunikasi di Universitas Kristen Petra ini sudah merasakan suka duka menjadi sukarelawan ketika ada di pelosok desa maupun luar negeri.

Meski rasa lelah dan tangis dirasakan, namun itu menjadi pengalaman hidupnya hingga akhir hayat.

Fransisca bercerita, dia mendapat pengalaman pertama jadi volunteer ketika mengikuti live in kampus di Desa Tawangrejo Kabupaten Mojokerto pada 2014 silam.

Untuk kegiatan kampus itu, perempuan kelahiran Jember pada 7 Oktober 1995 ini diminta kampusnya menjadi volunteer panitia acara itu.

Halaman
123
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help