Surya/

YouGen

Kisah Shobirin, Nyaris Tenggelam Ketika Antar Logistik Bencana Banjir di Tuban

Bertugas mengantar logistik pada korban banjir, dia harus berjalan pelan di dalam genangan banjir setinggi lutut.

Kisah Shobirin, Nyaris Tenggelam Ketika Antar Logistik Bencana Banjir di Tuban
surya/sudharma adi
Shobirin 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi volunteer bukan hal yang asing bagi Shobirin. Pria yang lahir di Tuban pada 31 Desember 1997 ini beberapa kali terlibat dalam sukarelawan kebencanaan.

Menjadi pengalaman berharga dalam hidupnya, dia pernah bersusah payah membantu korban banjir, hingga sempat terperosok dan hampir tenggelam.

Pria yang kuliah di Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini bercerita, sejak masih duduk di bangku SMP, dia aktif dalam OSIS.

Tak heran, dia beberapa kali ditunjuk jadi volunteer korban bencana banjir di daerahnya, Parengan Tuban.

“Beberapa kali ada bencana banjir di sana. Saya ditunjuk jadi sukarelawan karena cukup aktif di sekolah,” papar pria yang kuliah semester 3 ini.

Pada awalnya, dia memang tak tertarik dengan kegiatan sosial karena bikin capai dan dianggap tak ada gunanya.

Namun ketika dia turun ke lokasi banjir dan mengantar logistik ke rumah warga, barulah dia paham bagaimana mengatasi tantangannya.

“Ketika itu saya ikut mengantar logistik dan membangun tenda bagi warga pengungsi, di tengah kepungan banjir. Memang cukup berat, tapi bagi saya mengasyikkan karena bisa menolong orang lain,” urainya.

Di tengah mengirim logistik, ada sapi yang terjebak banjir di tengah sawah.

Dia dan teman-teman volunteer lain kemudian bergegas ke tengah sawah dan berusaha menarik sapi itu ke tepi jalan yang genangan airnya rendah.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help