Surya/

Pilgub Jatim 2018

Peluang Calon Independen: Meski Partai Gagal Lahirkan Calon, Bukan Berarti Mudah Maju Perorangan

Menurut Pengamat Politik Universitas Surabaya (Ubaya), Priyatmoko, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada parpol disebabkan dua hal.

Peluang Calon Independen: Meski Partai Gagal Lahirkan Calon, Bukan Berarti Mudah Maju Perorangan
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Dari kiri: Mantan Koordinator Pemenangan Karsa, Martono, pengamat politik Ubaya, Priyatmoko, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, dan Ketua DKPP RI, Harjono. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Minimnya kader partai yang akan maju pada pilkada mendatang mengundang sikap apatis masyarakat kepada partai politik.

Sebab, parpol yang pada dasarnya bertugas melahirkan calon pemimpin, dinilai gagal menjalankan peran ini.

Hal ini lantas memunculkan kemungkinan adanya calon kepala daerah melalui jalur nonpartai. Bagaimana peluangnya?

Menurut Pengamat Politik Universitas Surabaya (Ubaya), Priyatmoko, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada parpol disebabkan dua hal.

Pertama, karena kurang transparan dalam hal sumber keuangan. Kedua, partai juga tak efektif dalam proses pengaderan.

Akibatnya, golongan pemilih muda yang juga merupakan basis calon kader pun mulai pesimis. Bahkan, pemuda berprestasi dan berpendidikan tinggi, mayoritas justru enggan untuk terjun ke politik.

"Malah yang berpolitik ini karena tidak punya pekerjaan dan berharap mendapat penghasilan lebih di dunia politik. Padahal, seharusnya tidak demikian," kata Priyatmoko pada forum "Diskusi Internal Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Jawa Timur 2018", di Fakultas Hukum Ubaya, Senin (7/8/2017).

Lambannya proses pengaderan ini kemudian berdampak pada sulitnya mejaring figur partai yang dicintai masyarakat, sehingga parpol kemudian menjaring kader dari luar partai.

"Karena telah ada kader dari luar partai yang lebih berpotensi, lantas mereka ramai-ramai membuka pendaftaran kandidat gubernur. Apakah ini yang yang dimaksud peran parpol untuk melahirkan calon pemimpin?" sindirnya.

Pendidikan politik tersebut, seharusnya diberikan kepada kaum pemuda. Ironisnya, lanjut Priyatmoko, justru kaum mudalah yang paling pesimis terhadap parpol.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help