Surya/

Dapat Super Tiket Tambahan Dari Tim Pencari Bakat Djarum, 4 Peserta Audisi Kian Bergairah

Empat peserta audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Surabaya mendapat super tiket tambahan dari tim pencari bakat.

Dapat Super Tiket Tambahan Dari Tim Pencari Bakat Djarum, 4 Peserta Audisi Kian Bergairah
surya/dya ayu
16 peserta yang lolos saat diumumkan lolos ke Kudus bersama para legenda bulutangkis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mimpi apa keempat peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di GOR Sudirman Surabaya, yang mendapat Super Tiket tambahan dari tim pencari bakat Djarum.

Keempatnya ialah Laudya Aura Dewi asal Surabaya, Nazura Trisah asal Aceh, Gilang Krisandi Toyo Surabaya dan Regzi Albert Tamahari asal Makassar.

Lolos di babak final tak diraih begitu saja oleh keempatnya, bahkan mereka sudah lebih dari sekali menjajal audisi serupa namun gagal dan gagal.

Kegagalan dirasakan Regzi Albert Tamahari, peserta kelas 1 SMP ini pernah lolos di audisi Djarum hingga masa karantina di Kudus, sebelum akhirnya tersingkir.

"Ya senang, gak nyangga, bangga juga. Dulu pernah ikut sampai masuk karantina di Kudus terus gagal. Dan ini coba lagi," kata Regzi, Senin (7/8/2017) sore.

Tak ingin menelan kegagalan seperti tahun lalu, Regzi terus berlatih dan membenahi kesalahan dan kekurangannya tahun lalu baik dari fisik dan teknik.

"Berlatih terus dan terus setiap harinya biar gak gagal lagi," ujarnya.

Selain Regzi, juga ada Gilang Krisandi peserta asal Lidah Kulon Surabaya yang mengidolakan Kevin Sanjaya, itu mengaku gembira dapat masuk babak final.

Sebelumnya Gilang pernah mengikuti audisi serupa tahun 2016 lalu, namun harus terhenti dibabak 16 besar.

"Senang sekali karena uda dua kali ikut audisi di Surabaya, dan baru kali ini lolos sampai final," tutur Gilang.

Sementara itu, Fung Permadi tim pencari bakat Djarum mengatakan, keputusan meloloskan empat pebulutangkis penggengam Super Tiket tambahan karena ada sejumlah alasan.

"Untuk yang putri, kami ambil karena usianya lebih muda dibanding lawan yang mengalahkannya. Sementara untuk putra ada yang karena posturnya kalah tapi secara teknik dia bagus. Dan untuk Gilang, dia kami beri kesempatan karena sudah menunjukkan semangat juang tingi tapi kalah," jelas Fung Permadi.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help