Surya/

Pilgub Jatim 2018

Sejati, Ormas Nonpolitik Peduli Pilkada: Luncurkan Aplikasi guna Dongkrak Partisipasi Pemilih

Berdasarkan data, jumlah golput sekaligus suara tak sah di pilkada 2013 lalu mencapai 12.138.440 dari 30.034.249 yang terdaftar.

Sejati, Ormas Nonpolitik Peduli Pilkada: Luncurkan Aplikasi guna Dongkrak Partisipasi Pemilih
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Ketua Sedulur Jawa Timur (Sejati), Kuswanto (tiga dari kiri), memimpin deklarasi program "Panca Peduli" pada acara Rapat Konsolidasi Sejati di Hotel Sahid, Surabaya, Minggu (6/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tak banyak organisasi masyarakat (ormas) nonpolitik yang mau memperjuangkan hak memilih masyarakat di pilkada.

Rendahnya tingkat memilih di beberapa pilkada terakhir menjadi bukti kebenaran asumsi tersebut. Hal inilah yang membuat Ormas Sedulur Jawa Timur (Sejati) konsen meningkatkan jumlah pemilih di pilkada mendatang.

Berdasarkan data, jumlah golput sekaligus suara tak sah di pilkada 2013 lalu mencapai 12.138.440 dari 30.034.249 yang terdaftar.

Jumlah ini lebih banyak dari hasil yang didapat pemenang pilkada lalu sekali pun, Soekarwo-Saifullah Yusuf, yang hanya mendapat 8.195.816 suara.

Berdasarkan fakta tersebut, Ketua Ormas Sejati, Kuswanto, menyatakan pihaknya berkomitmen ikut membantu pemerintah menanggulangi masalah ini. Bahkan, secara khusus program ini tercantum di salah satu butir prioritas yang terangkum dalam "Panca Peduli" Sejati.

Yakni, di butir yang kelima, berbunyi "Peduli dalam bindang pemenuhan hak demokrasi".

"Yang jelas, wadah ini berfokus untuk memperjuangkan rakyat agar mempunyai hak memilih dan dipilih," kata Kuswanto kepada Surya pada acara Rapat Konsolidasi Sejati di Hotel Sahid, Surabaya, Minggu (6/8/2017).

Dalam program tersebut, ada beberapa langkah spesifik yang akan pihaknya lakukan. Pertama, akan menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dengan penyelenggara pemilu.

"Kami akan menyerap aspirasi masyarakat tentang keluhan apa saja yang mereka dapatkan selama mengikuti proses pilkada. Kemudian, kami melaporkannya kepada KPU maupun bawaslu, yang berperan sebagai penyelenggara pemilu," kata pria yang juga mantan Anggota DPRD Jatim ini.

Langkah kedua, agar komunikasi tersebut berjalan lebih efektif, pihaknya akan meluncurkan aplikasi berbasis smartphone. Aplikasi ini akan mengabarkan setiap aktifitas yang dilakukan oleh anggota Sejati, termasuk informasi perkembangan penting terkait pilkada.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help