Pemkot Surabaya

Pemkot Bangun Sentra PKL Bengkel Khusus Mobil dan Sentra UKM Khusus Elektronik, di Sini Tempatnya

"Sudah kami siapkan matang rusun yang terintegrasi itu. Nanti akan menempati lahan seluas 4 hektare milik Pemkot di Ngagel itu," kata Risma.

Pemkot Bangun Sentra PKL Bengkel Khusus Mobil dan Sentra UKM Khusus Elektronik, di Sini Tempatnya
surya/fatimatuz zahro
Walikota Tri Rismaharini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya bakal memiliki sentra PKL khusus bengkel modifikasi mobil dan elektronik di Ngagel Timur. Sentra PKL UKM dengan Skill khusus ini akan terintegrasi dengan rusun.

"Sudah kami siapkan matang rusun yang terintegrasi itu. Nanti akan menempati lahan seluas 4 hektare milik Pemkot di Ngagel itu," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Minggu (6/8/2017).

Di kawasan Ngagel Timur itu akan menjadi sentra UKM yang didesain khusus. Deretan UKM ini mirip sentra PKL dengan diisi warga berkemampuan khusus.

Tidak hanya deretan bengkel khusus mobil hingga modifikasi mobil. Namun juga sentra UKM beralih Khusus elektronik. Mendaur ulang alat-alat elektronik.

Misalnya kulkas, televisi, AC, dan barang elektronik lainnya pasti ada komponen utama. Komponen utama inilah yang dijual di PKL khusus itu.

Menurut Risma, dirinya terinspirasi saat kunjungan ke Jepang. Di salah satu sudut di kota medern di Asia itu tumbuh subur sentra PKL mekanik dan ahli bengkel.

Mereka mendapat ruang khusus dan menjadi jujugan masyarakat. Tentu mereka yang menempati sentra PKL khusus bengkel ini memiliki Skill memadai.

"Semua bisa diupayakan. Warga terdidik dan berpengalaman di bidang mekanik dan bengkel berhak atas deretan sentra PKL khusus itu," lanjut Risma.

Saat ini, pemkot tengah menyiapkan lahan khusus untuk menunjang rencana tersebut. Dikatakan Risma, Pemkot punya aset di Ngagel Timur itu. Ada lahan seluas 4 hektare bekas pabrik goni di situ.

"Aset lahan itu akan kami minta kembali. Akan dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan warga Surabaya lebih baik," kata Risma.

Pabrik karung goni di lahan milik pemkot itu sudah tak lagi berproduksi. Pabrik sak ini telah lama tak beroperasi. Pemkot berhak meminta kembali aset miliknya itu.

Di kawasan itu ada areal sisa sekitar 4 hektare itu. Saat ini, masyarakat didorong untuk meningkatkan skill dan kemampuan bengkel. Mereka nanti berhak atas menempati area khusus itu.

"Saya ingin menuntaskan masa tugas saya sebagai wali kota untuk menata kota lebih baik lagi. Kita punya banyak penghargaan, namun harus memberi manfaat kepada warga," tandas Risma.

Kepala Bappeko, iman Sonhaji, saat dikonfirmasi menuturkan bahwa rencana itu tengah dimatangkan. Jika nanti sudah final akan dimasukkan dalam program riil.

"Sedang kami bicarakan serius dengan semua pihak. Sentra PKL berupa deretan bengkel itu cukup realistis. Bisa direalisasikan," kata Iman.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help