Surya/

Profil

Enno Lerian: Beri Ruang Gerak

Menurut Enno, popok yang tidak tepat ukuran dan bahannya bakal membuat anak gerah dan gelisah saat melakukan aktivitasnya.

Enno Lerian: Beri Ruang Gerak
surya/achmad pramudito
Enno Lerian 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah kesibukannya sebagai artis, Enno Lerian sangat peduli pada apa pun yang dipakai oleh buah hatinya. Sebab, jika tidak sesuai ukuran tentu bikin tidak nyaman.

Begitu pula bahannya pun jika tidak diperhatikan dapat membuat iritasi pada kulit. Karena itu pula perempuan kelahiran Lampung, 8 Oktober 1983 ini tak pernah sembarangan memilih popok buat anak-anaknya.

“Dalam sehari kan bisa ganti sampai tiga empat kali. Jadi tidak tepat pakai bahan popoknya tentu membuat anak tidak nyaman juga kan,” celetuknya saat ditemui di tengah acara ‘Sweety Baby Dance & Baby Proclamation’ yang digelar di Ciputra World Mall Surabaya, Minggu (6/8/2017).

Menurut Enno, popok yang tidak tepat ukuran dan bahannya bakal membuat anak gerah dan gelisah saat melakukan aktivitasnya.

Bahan organik menjadi tuntutan utama dalam setiap pemilihan popok buat anak-anaknya.

“Selain itu, jika ukurannya tidak tepat pun tentu bisa bikin infeksi kulit,” tandas ibu tiga anak ini.

Memilih popok, lanjut Enno, bukan hal sepele. Sebab, ‘pakaian dalam’ buat balita ini juga berperan dalam tumbuh kembang anak.

Menurut Enno, kebebasan yang menjadi bagian proses tumbuh kembang anak ini erat kaitannya dengan yang dia pakai sehari-hari. Itu pula yang selalu diingatkan oleh istri Priambodo Soesetyo ini kepada orang-orang di sekitarnya, terutama yang membantu mengasuh buah hatinya.

Pagi hari itu, Enno ditemani buah hatinya Nararya Aliy Soesetyo berbaur dengan ribuan ibu dan anak yang ikut gerakan kampanye Bayi Bebas Bergerak. Selain Enno, ada pula Sarwendah yang juga datang bersama anaknya, Thallia.

“Anak itu jangan pernah dibatasi gerakannya. Dia harus diberi ruang khusus untuk mengekspresikan diri,” tegasnya.

Disinggung soal banyaknya ditemukan sampah popok ini di sungai dan menyumbat arus air, baik Enno maupun Sarwendah menyatakan itu tak lepas dari tidak pahamnya masyarakat terhadap hidup sehat.
“Kita harus biasakan dari diri sendiri untuk membiasakan buang sampah pada tempatnya, apalagi popok ini kan nggak boleh buang sembarangan,” celetuk Sarwendah menimpali.
Kampanye.

‘Sweety Amazing Baby Star’ ini dilakukan bersamaan dengan launching produk Sweety Silver.
Kampanye ini bertujuan mengajak dan memberikan wadah agar si kecil dapat berekspresi dan bebas bergerak untuk menjadi ‘Amazing Baby Star’, bintang kecil impian para bundanya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help