Surya/

Lifestyle

Back to Da Wall, Kolaborasi Karya Seniman Prancis-Indonesia di Dinding Hotel Yello

“Jadi untuk menyampaikan tujuan saya atau yang berkaitan dengan kegiatan di sana saya tunjukan gambar tertentu pada orang yang saya temui.”

Back to Da Wall, Kolaborasi Karya Seniman Prancis-Indonesia di Dinding Hotel Yello
surya/habibur rohman
MURAL KOLABORASI - Aksi seniman Perancis dan Indonesia membuat mural di Yello Hotel Surabaya, Sabtu (5/8/2017). Karya hasil kolaborasi "Back To Da Wall" kaya warna ini bisa dinikmati di Lobby area Yello Hotel Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seni jalanan masuk hotel tentu bukan hal yang langka sekarang. Namun, yang membuat acara bertajuk Back to Da Wall yang digelar di Hotel Yello, Sabtu (5/8/2017) ini berbeda adalah hadirnya Ceet, seniman kontemporer dari Prancis yang siang itu berkolaborasi dengan Wormo dari Jakarta dan Sikut Skid dari Surabaya.

Yang juga menarik, artis berskala internasional ini dikenal lewat goresannya yang menampilkan sosok ayam.

“Ide ayam ini muncul sekitar 17 tahun lalu saat saya sedang di Tiongkok,” ucapnya usai berkreasi dengan cat semprot di sudut-sudut hotel bintang tiga tersebut.

Menurut Ceet, waktu itu dia sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin. Untuk berkomunikasi dengan warga setempat dia lebih banyak menggunakan ‘bahasa Tarzan’ dan gambar.

“Jadi untuk menyampaikan tujuan saya atau yang berkaitan dengan kegiatan di sana saya tunjukan gambar tertentu pada orang yang saya temui,” begitu kisahnya.

Dan gambar ayam dia buat ketika ingin mengungkapkan menu makanan yang dia pesan saat di restoran. Karena tak tahu menu yang bisa dinikmati di daerah asing itu, maka dia lebih sering memesan menu ayam.

Sejak itu, gambar ayam jad akrab dengan kesehariannya, dan bahkan menjadi trade mark karya lukisnya.

“Semula hanya untuk fun agar mudah berkomunikasi, tetapi berlanjut sampai sekarang,” ujar Ceet.

Pria yang sudah berkarir di dunia seni ini selama 30 tahun menambahkan, dirinya sempat tidak enak memakai gambar ayam dalam setiap karyanya. “Sebab di negara tertentu ayam bisa berarti prostitusi,” katanya sambil tertawa.

Ceet mengaku senang bisa berkolaborasi dengan sejumlah seniman street art di Indonesia, khususnya Jakarta dan Surabaya. Hari itu, dia memajang karya ayamnya itu di dinding Hotel Yello. Berbaur dengan goresan karya Wormo dan Sikut Skid.

Halaman
12
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help