Surya/

Berita Surabaya

Dua Orang ini Disebut Otak Pembuangan Limbah di Sungai Romokalisari, kini Diburu Polisi

Kedua orang yang kini masih buronan adalah orang yang menyuruh Mohamad Faizi als Faiz untuk membuang limbah.

Dua Orang ini Disebut Otak Pembuangan Limbah di Sungai Romokalisari, kini Diburu Polisi
surya/fatimatuz zahro
Petugas mengambil sample limbah beracun di lokasi pembuangan dekat rusun Romokalisari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk membuka tabir siapa yang paling bertanggung jawab membuang limbah dari Korea di Sungai Romokalisari, penyidik Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim mencari jejak Revalino dan Sahat.

Kedua orang yang kini masih buronan adalah orang yang menyuruh Mohamad Faizi als Faiz, 41, warga Desa Raci Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik untuk membuang limbah.

"Revalino dan Sahat terus kami cari untuk menguak benang merah limbah ini," tutur Direskrimsus Kombes Pol Widodo melalui Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arnapi, Jumat (4/8/2017).

Mantan Kapolres Tanjung Perak ini, menjelaskan untuk menguak masuknya oil emultion dari Korea ke Indonesia yang berujung pembuangan di Jatim, tim yang menangani dibagi menjadi dua.

Satu tim beranggotakan 6 orang dikhususkan berangkat ke PT TIC di Jakarta untuk menggali informasi asal muasal barang.

Selama di Jakarta, tim juga meminta keterangan dari instansi pemerintahan dengan tujuan, apakah barang tersebut diperbolehkan masuk atau tidak.

"Ternyata diperbolehkan. Tapi unsur-unsur yang ada di dalamnya masih diteliti ke laboratorium. Yang kami pakai 2 laboratorium untuk pembanding," jelasnya.

Sementara tim kedua, berangkat ke Banyuwangi untuk mendatangi PT LS yang dicatut oleh importir.
Ternyata alamat PT LS itu fiktif, di lokasi yang dituju justru milik UD BP yang bergerak dalam bidang bukan limbah.

"Tim ini yang sekaligus mencari keberadaan Revalino dan Sahat. Mudah-mudahan keduanya cepat diketahui keberadaannya. Awalnya terdeteksi di luar pulau," papar AKBP Arnapi.

Mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini, juga menegaskan pihaknya belum menentukan tersangka. Pasalnya, limbah yang dibuang oleh Faiz Cs ke Sungai Romokalisari harus dibuktikan secara laboratorium.

"Apakah limbah yang dibuang itu unsur-unsurnya memang demikian atau tidak. Makanya harus menunggu pembuktian hasil laboratorium dulu," jelasnya.

Wadireskrimsus mengakui, langkah yang dilakukan sopir dan kenek untuk membuang limbah oleh Hadi Sunaryono, 49, warga Jalan Sunan Giri, Kebomas, Gresik dan Soni Eko Cahyono, 38, warga Jalan Sedayu Krembangan itu salah.

Namun kesalahan yang dilakukan keduanya tidak bisa ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun.

"Makanya untuk mengetahui itu semua masih menunggu hasil laboratorium. Fokusnya ya Sahat sama Revalino," tegasnya.

Persoalan ini mencuat setelah limbah dibuang ke sungai. Tak lama kemudian muncul bau menyengat yang dirasakan warga Rusun Romokalisari hingga sesak napas dan mual-mual serta gatal. Pembuangan limbah itu akhirnya digerebek Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help