Surya/

Bulutangkis

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017: Memburu Calon Juara Dunia dari Daerah

"Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya kantong-kantong paling potensial dalam menghasilkan pebulutangkis berkualitas istimewa," tegas Fung Permadi.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017: Memburu Calon Juara Dunia dari Daerah
surya/wahjoe harjanto
PEMBURU BAKAT - Tim Pemburu bakat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 dari kiri : Alvent Yulianto, Ketua Umum PBSI Jatim, Wijanarko Ardi Mulya, Ade Tjandra, Ivana Lie, Maria Kristin, Fung Permadi, Djohan Wahyudi dan Luluk Hadiyanto. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakti Olahraga Djarum Foundation terus berkiprah memajukan bulutangkis Indonesia melalui pencarian bibit-bibit dari daerah-daerah yang nantinya akan digodog dalam pemusatan latihan dan pembinaan di PB Djarum Kudus.

Pencarian bibit pemain yang dikhususkan untuk kelompok usia dibawah 11 tahun (U-11) dan dibawah 13 tahun (U-13) ini dilakukan di GOR Bulutangkis Soedirman Surabaya, 5-7 Agustus 2017.

"Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya adalah kantong-kantong paling potensial dalam menghasilkan pebulutangkis berkualitas istimewa. Bahkan pernah menelorkan pemain dunia, Rudy Hartono, juara All England delapan kali serta Alan Budi Kusuma peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992," tegas Fung Permadi, mantan pemain nasional yang menjadi juru bicara tim pemandu bakat Audisi Umum Djarum dalam jumpa pers di GOR Sudirman Surabaya, Jumat (4/8/2017).

Fung tidak sendirian menjadi pemandu bakat dalam event ini, tetapi didampingi beberapa mantan pemain top Indonesia dan dunia seperti, Ivana Lie, Ade Candra, Johan Wahyudi, Maria Kristin, Alvent Yulianto dan Luluk Hadiyanto.

"PB Djarum berkomitmen dalam melakukan pembinaan terhadap atlet sejak usia dini. Pembinaan yang terstruktur dan berjenjang di PB Djarum diharapkan bisa membentuk karakter dan mengasah atlet untuk berprestasi dunia, " tambahnya.

Sementara Budi Darmawan, Project Officer Manager Djarum Foundation menegaskan, pencarian pemain usia dini ini dikalukan kontinue oleh PB Djarum untuk mengisi slot-slot pemain yang pindah jenjang usia.

"Kami ingin mencari pemain berkualitas istimewa dari klub-klub kecil di daerah agar bisa lebih ditingkatkan potensinya dan meleorkan prestasi dunia lewat PB Djarum," ujarnya.

Di Surabaya sendiri menurut Budi, pesertanya luar biasa, mencapai 490 atlet yang mendaftar, selain itu datang dari daerah-daerah lain di luar Jatim, seperti Aceh, Nusa Tenggara Barat, Kalse dan Kaltim.
"Sistem audisi ini memang terbuka, artinya peserta yang gagal audisi di daerah lain, masihbisa mendaftarkan lagi ke audisi yang lain dengan syarat usianya masih masuk kategori," tegasnya.

Sementara Ivana Lie, mantan pemain dunia era 80-an, mengatakan, Indonesia masih sangat berpeluang untuk prestasi di cabang bulutangkis.

"Bulutangkis itu tidak tergantung banyak soal postur tubuh. Bahkan juara dunia saat ini dari Thailand itu kan juga tidak tinggi. Hanya memang yang dibutuhkan adalah semangat juang dan stamina yang prima," ujarnya.

Oleh sebab itu dibutuhkan pembinaan yang kontinyu dan baik, dan PB Djarum telah menyiapkan program tersbeut untuk menelorkan juara-juara dunia, termasuk dalam hal perhatian peningkatan fisik, mental dan gizi pemain.

"Saya kira kita sebenarnya bisa untuk kembali jaya di tingka dunia," ujar mantan juara SEA Games 1979 dan 1983 itu.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 kali ini berlangsung di 8 daerah, yakni Pekanbaru di GOR Angkasa, 25-27 Maret 2017, Banjarmasin di GOR Berkat Abadi, 8-10 April 2017, Manado di GOR Jle's Sport Center, 6-8 Mei 2017, Cirebon dan Solo, 22-24 Juli 2017, Purwokerto dan Surabaya, 5-7 Agustus 2017 dan Kudus di GOR Djarum, 5-7 September 2017.

Grand final akan berlangsung di GOR Kudus 8-10 September 2017.

"Tidak bisa dipastikan berapa jumlah pemain yang akan masuk pemusatan latihan dan pembiaan di PB Djarum nanti, tergantung pemandu bakat. Bisa 30 pemain atau lebih," tambah Budi Darmawan mengakhiri wawancara.

Penulis: Wahjoe Harjanto
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help