Surya/

Single Focus

Pemkot seharusnya Libatkan Dewan Kesenian Surabaya

Menurut Ribut, kebijakan Pemkot Surabaya tentang kesenian harusnya melalui komunikasi dengan dewan kesenian.

Pemkot seharusnya Libatkan Dewan Kesenian Surabaya
surya/achmad zaimul haq
Kursi di gedung pertunjukan THR telah lama rusak. 

SURYA.co.id |, SURABAYA - Seniman dan kreator-kreator seni di Surabaya berharap pogram Pemkot Surabaya berjalan seiring dengan Dewan Kesenian Surabaya. Pemkot dinilai berjalan sendiri.

Gedung Balai Pemuda dengan ruang utamanya yang megah dikelola UPT. Namun dalam pengelolannya masih berjalan sendiri tanpa mengajak Dewan Kesenian.

"Intinya masalah komunikasi antara Pemkot dan Dewan Kesenian yang belum berjalan dengan baik," kata Ribut Wijoto, pelaku seni, Rabu (2/8/2017).

Dewan Kesenian Surabaya itu dibentuk untuk memberikan rekomendasi terhadap pemerinah daerah perihal kesenian.

Menurut Ribut, kebijakan Pemkot Surabaya tentang kesenian harusnya telah melalui komunikasi dengan dewan kesenian. Selama ini fungsi ini tak berjalan.

Selama ini, Balai Pemuda di bawah UPT. Pengelola di bawah Pemkot ini selalu dibebani PAD. Jika tak mencapai target taruhannya adalah jabatan kepala UPT sehingga untuk mantenan.

Dewan Kesenian sebenarnya difasilitasi gedung di areal Balai Pemuda. Namun terpisah dan tidak berada di ruang utama Balai Pemuda.

Ribut yakin, jika tak dikomersialkan Balai Pemuda akan lebih banyak digunakan untuk seniman.
Persoalan lain Pemkot dan DKS harus membikin Dewan Kurator. Perannya menyaring senimann-seniman yang perlu difasilitasi unik tampil di Balai Pemuda.

Agus Romli, seniman senior yang juga pengurus Srimulat, menuturkan bahwa penyewaam Balai Pemuda ada Perdanya. Namun biasanya kalau untuk sosial dan edukasi ada keringanan.

Agus lebih menyorot kondisi THR yang memprihatinkan.

Sebenarnya fasilitas gedung di THR masih bisa digunakan. Namun kondisinya miris karena jarang dijamah masyarakat umum.

Masyarakat sudah telanjur menganggap THR tidur hampir 20 tahun tidak bangun-bangun.

"Solusinya memang harus disediakan THR baru agar Surabaya memiliki fasilitas berekspresi para seniman. Idealnya pengembang konsorsium membangun THR," kata Agus.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help