Surya/

23 Jam Tenggelam di Sungai, Pelajar SMP di Mojokerto Ditemukan Terjepit Batuan Besar

Setelah tenggelam selama 23 jam di sungai, pelajar SMP di Mojokerto ini akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan terjepit di bebatuan.

23 Jam Tenggelam di Sungai, Pelajar SMP di Mojokerto Ditemukan Terjepit Batuan Besar
surabaya.tribunnews.com/Rorry Nurwawati
Proses evakuasi jenasah Doni Saputra yang tenggelam di Sungai Desa Kedungmuneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Rabu (2/8/2017). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Tim rescue Basarnas jawa Timur, Rabu (2/8/2017) sore akhrnya berhasil menemukan jasad Doni Saputra, pelajar SMP yang tewas tenggelam di sungai Desa Kedungmuneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/8/2017) sore.

Jasad Doni ditemukan 23 jam setelah tenggelam. Saat ditemukan, jasad remaja itu dalam kondisi terjepit bebatuan. 

Diketahui sebelum tewas, korban berenang bersama dua teman yakni Ruslan Hasbullah dan Tusendi Sujud Wahyudi.

Hal itu mereka lakukan di sungai sedalam empat meter setelah mereka pulang sekolah. 

Dalam pencarian ini, tim rescue sempat kesulitan karena medan yang cukup sulit.

Banyaknya bebatuan besar serta air yang sangat keruh, membuat tim yang dibagi menjadi tiga kelompok itu pun terus mencari hingga pukul 16.45 wib.

Tak selang beberapa lama, Muharrom salah satu penyelam tiba-tiba merasa menyentuh sesuatu. Saat ditarik dari sela-sela batuan besar, ternyata itu adalah jasad Doni.

Setelah dievakuasi, jasad Doni langsung dibawa ke RSUD dr Soekandar, Mojosari.

"Kendalanya selain medan adalah tabung yang mulai menipis. Sehingga tadi sempat ditakutkan bila tidak cukup sampai pencarian sore, tapi alhamdulillah ternyata sudah diketemukan," kata Koordinator Lapangan Basarnas Jatim Ainul Makhdin ditemui di lokasi.

Diduga tenggelamnya korban adalah karena tidak bisa berenang.

Remaja asal Dusun Kahuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto itu, sebelumnya sempat ditolong oleh Ruslan Hasbullah sesaat mengetahui akan tenggelam. Sialnya, Ruslan tak segera meminta pertolongan kepada warga setempat dan memilih mencoba menolong temannya yang mulai lemas di tengah sungai.

Saat aksinya heroiknya menolong itu, remaja asal Jawa Barat ini justru hampir ikut tenggelam karena kehabisan nafas.

Apes bagi pria 24 tahun itu, bukannya berhasil ia pun sempat pingsan dan diberikan pertolongan pertama oleh Tusendi teman lainnya.

"Karena alasan pertemanan, mereka mencoba menolong sendiri. Padahal itu sangat membahayakan," kata Kapolsek Bangsal AKP Suparmin. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help