Berita Surabaya

'Sedih, Ini Rumah Peninggalan Orang Tua dan Belum Dapat Ganti Rugi Sama Sekali. . .'

Sumiati tak kuat menahan tangis saat rumah miliknya dirobohkan alat berat Pemkot Surabaya

'Sedih, Ini Rumah Peninggalan Orang Tua dan Belum Dapat Ganti Rugi Sama Sekali. . .'
surya/fatimatuz zahroh
Rumah milik Sumiati saat dirobohkan dengan alat berat di bundaran Dolog, Selasa (1/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sumiati tak kuat menahan tangis saat rumah miliknya dirobohkan alat berat Pemkot Surabaya, Selasa (1/8/2017).

Rumah seluas 156 meter persegi di Jalan Jemur Gayungan 2 No 3 kawasan bundaran Dolog itu adalah rumah peninggalan orang tua yang sudah ia tinggali sejak kecil.

Yang membuat ia lebih sedih, hingga kini urusan pembebasan rumah belum selesai.

Namun Pemkot dan Pengadilan Negwri Surabaya sudah membongkar rumah yang ia tinggali bersama dua anaknya itu.

"Ya sedih. Ini rumah peninggalan orang tua. Sampai saat ini saya belum dapat ganti rugi sama sekali. Karena ada masalah sertifikat," ucap Sumiati mengusap air matanya.

Sumiati menangis saat rumahnya dirobohkan dengan alat berat dalam eksekusi Pengadilan Negeri Surabaya di bundaran Dolog, Selasa (1/8/2017).
Sumiati menangis saat rumahnya dirobohkan dengan alat berat dalam eksekusi Pengadilan Negeri Surabaya di bundaran Dolog, Selasa (1/8/2017). (surya/fatimatuz zahroh)

Ibu tiga anak ini menyebutkan surat tanahnya sedang dijaminkan. Namun ada masalah penebusan tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Awalnya perjanjian peminjaman hanya Rp 250 juta namun notaris meminta pengembalian sampai Rp 1,5 miliar.

"Dari Pemkot ganti rugi untuk bangunan rumah saya dapat Rp 2,9 miliar. Memang banyak tapi belum bisa diambil dan rumah saya sudah dibongkar," ucapnya.

Ia mengaku sudah beberapa kali meminta penambahan waktu agar rumahnya tidak dibongkar dulu.

Rumah milik Sumiati saat dirobohkan dengan alat berat di bundaran Dolog, Selasa (1/8/2017).
Rumah milik Sumiati saat dirobohkan dengan alat berat di bundaran Dolog, Selasa (1/8/2017). (surya/fatimatuz zahroh)

Namun ternyata tidak dikabulkan dan rumahnya harus dibongkar hari ini.

"Sekarang sementara ngekos dulu dekat sini. Kalaupun sudah dapat belum bisa pindah langsung, masih ingin di sekitar sini dulu," ucapnya.

Sejumlah tetangga dan anggota linmas membantu menenangkan Sumiati agar tidak shock dan menangis lagi.

Juru sita Pengadilan Negeri Surabaya Djoko Soebagyo mengatakan, uang dari Pemkot sudah dititipkan untuk empat persil bangunan warga yang dieksekusi pagi ini.

"Uang sudah bisa diambil di pengadilan. Dari empat warga yang bangunannya dieksekusi pagi ini semuanya belum mengambil uang ganti rugi. Uang tersebut bisa diambil di paniteraan," ucap Djoko usai membaca putusan eksekusi Pengadilan Negeri Surabaya di lokasi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved