Berita Surabaya

Rumah Dieksekusi untuk Frontage Road, Ahmad Hadi Hanya Bisa Pasrah Karena Alasan Lain

Pria yang sudah menempati rumah tersebut selama 40 tahun ini mengaku tidak punya pilihan lain.

Rumah Dieksekusi untuk Frontage Road, Ahmad Hadi Hanya Bisa Pasrah Karena Alasan Lain
surya/fatimatuz zahroh
Suasana eksekusi bangunan warga di bundaran Dolog untuk frontage road sisi barat, Selasa (1/8/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ahmad Hadi hanya bisa pasrah bangunan miliknya yang ada di Jalan Jemur Gayungan 2 dirobohkan alat berat Pengadilan Negeri Surabaya dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Selasa (1/8/2017).

Bangunannya dikosongkan dan dirobongkan untuk perluasan jalan frontage road sisi barat Jalan Ahmad Yani.

Namun yang membuat Ahmad Hadi menyesal adalah adanya keslahan hitungan bangunan yang sehingga mengalami kerugian materiil.

"Mestinya luas bangunan milik saya ada 66 meter persegi. Namun yang dibayar hanya 44 meter persegi. Makanya sama istri saya masih tidak mau ngosongkan dulu," ucap Ahmad Hadi.

Ahmad Hadi hanya bisa pasrah melihat bangunan miliknya di Jalan Jemur Gayungan 2 dieksekusi, Selasa (1/8/2017).
Ahmad Hadi hanya bisa pasrah melihat bangunan miliknya di Jalan Jemur Gayungan 2 dieksekusi, Selasa (1/8/2017). (surya/fatimatuz zahroh)

Selain luas bangunann sebesar 44 meter persegi, tanah yang dibebaskan pemkot ada sebanyak 22 meter persegi.

Di atas kursi dan berpengangan ke alat bantu berjalannya, pria yang sudah menempati rumah tersebut selama 40 tahun ini mengaku tidak punya pilihan lain.

Terlebih dia sudah diberi surat peringatan berulang kali oleh pengadilan dan diberi deadline hari ini.

"Sampai saat ini saya belum mengambil uang ganti rugi. Dapatnya Rp 15 juta per meter persegi. Totalnya jadi Rp 429 juta," kata Ahmad Hadi.

Ahmad Hadi hanya bisa pasrah melihat bangunan miliknya di Jalan Jemur Gayungan 2 dieksekusi, Selasa (1/8/2017).
Ahmad Hadi hanya bisa pasrah melihat bangunan miliknya di Jalan Jemur Gayungan 2 dieksekusi, Selasa (1/8/2017). (surya/fatimatuz zahroh)

Sehari-harinya pria ini membuka usaha di rumah dua lantai tersebut. Yaitu untuk usaha berjualan helm dan jualan minuman ringan.

Menurutnya berjualan di tempat ini cukup laris. Terutama beberapa tahun lalu sebelum banyak orang yang berjualan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved