Surya/

Berita Banyuwangi

Jadi Perhatian Kemenkominfo, Banyuwangi Susun Master Plan Smart City

Banyuwangi terpilih menjadi salah satu dari 25 kabupaten/kota di Indonesia, sebagai langkah awal untuk memulai Gerakan Menuju 100 Smart City.

Jadi Perhatian Kemenkominfo, Banyuwangi Susun Master Plan Smart City
surya/haorrahman
PENDAMPINGAN - Tim Kemenkominfo memberikan pendampingan Penyusunan master plan di Rempeg Jogopati. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Program berbasis Teknologi Informasi (TI) 'Smart Kampung' milik Banyuwangi, telah dipilih Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), untuk didampingi dalam penerapan konsep 'Smart City'.

Banyuwangi terpilih menjadi salah satu dari 25 kabupaten/kota di Indonesia, sebagai langkah awal untuk memulai Gerakan Menuju 100 Smart City.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkominfo RI menggelar bimbingan teknis penyusunan masterplan Smart City Banyuwangi.

Bimbingan ini bagian dari program pendampingan Kominfo yang telah menetapkan Banyuwangi sebagai satu dari 25 kabupaten/kota penerapan konsep ”smart city" di Indonesia.

Ketua tim pembimbing pendampingan smart city Kemenkominfo Dana Indra mengatakan, Kemenkominfo tengah membangun 100 smart city di Indonesia.

Dana menerangkan fondasi menuju smart city yaitu terdiri dari sumberdaya manusia, kebijakan yang didukung pemimpinnya, dan teknologi untuk menciptakan layanan yang smart.

“Menurut saya, Banyuwangi sudah punya fondasi yang kuat untuk menuju smart city. Tak hanya pelayanan publiknya yang sudah berbasis IT, Banyuwangi juga punya leader yang luar biasa dan memiliki visi jauh ke depan, ” kata Dana, Selasa (1/8/2017).

Smart City adalah konsep kota cerdas yang dirancang mempermudah kegiatan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara efektif dan efisien, serta kemudahan mengakses informasi bagi masyarakat.

Dana melanjutkan daerah yang telah dipilih untuk penerapan smart city ini harus memiliki masterplan, yang nantinya menjadi pijakan awal implementasi pengembangan daerah dengan konsep kota cerdas.
"Bimtek ini sebagai bentuk pendampingan penyusunan master plan. Agar bisa sinergi antara perencanaan pengembangan smart city antara pusat dan daerah. Sehingga, Banyuwangi dapat menyusun masterplan smart city yang komprehensif dan aplikatif,” kata Dana.

Bimtek ini digelar selama dua hari, Senin - Selasa (31 Juli - 1 Agustus), yang diikuti seluruh kepala SKPD hingga kepala desa dan lurah se-banyuwangi.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help