Berita Surabaya

Hati-Hati Melintas di Bundaran Dolog, Reruntuhan Bangunan Bisa Bahayakan Pengguna Jalan

Petugas mengarahkan pengguna jalan agar tidak terlalu dekat dengan lokasi pembongkaran, sebab risikonya bisa terkena reruntuhan

Hati-Hati Melintas di Bundaran Dolog, Reruntuhan Bangunan Bisa Bahayakan Pengguna Jalan
surya/fatimatuz zahroh
Eksekusi bangunan di Jalan A Yani Surabaya, Selasa (1/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani diharapkan waspada di titik bundaran Dolog, Selasa (1/8/2017).

Kepadatan jalan terjadi cukup panjang lantaran imbas adanya eksekusi sejumlah bangunan warga yang ada di Jalan Jemur Gayungan 2.

Eksekusi bangunan warga tersebut dilakukan untuk perluasan jalan frontage road.

Petugas dari Pemkot, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Linmas dan kepolisian tampak membantu pengaturan lalu lintas di titik tersebut.

"Kami mengimbau ke pengguna jalan untuk berhati-hati. Sebab banyak alat berat yang sedang beroperasi merobohkan bangunan, takutnya kena reruntuhan," ucap petugas Satpol PP Kota Surabaya, Rudy.

Untuk itu, petugas mengarahkan pengguna jalan agar tidak terlalu dekat dengan lokasi pembongkaran, sebab risikonya bisa terkena reruntuhan.

Maklum saja, bangunan yang dibongkar cukup tinggi, ada yang tiga lantai. Sehingga butuh jangkauan lebih luas.

Ia menyebut petugas Satpol PP yang terjun membantu kelancaran lalu lintas ada satu regu.

Dari tim odong-odong, sejumlah 15 orang. Namun dibantu dengan petugas lain mencapai 50 orang.

Hingga saat ini proses eksekui empat bangunan warga masih terus berjalan. Total ada tiga alat berat yang bekerja di lokasi bundaran dolog.

Badan jalan di bundaran Dolog terpotong separo dan dijaga oleh petugas yang berjajar.
Kendaraan hanya bisa masuk ke jalur frontage road di depan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Itu pun hanya satu lajur kendaraan.

"Kemungkinan sampai besok. Tapi pengerjaannya masih lama, karena akan dilanjut pengerjaan jalannya usai pembongkaran," ucap Rudy.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help