Ditarik Sumbangan Untuk Sekolah, Wali Murid Ramai-ramai Minta Keringanan

Merasa keberatan dengan nilai sumbangan yang dibebankan ke siswa baru, para wali murid di ponpes di Gresik ini ramai-ramai geruduk sekolah.

Ditarik Sumbangan Untuk Sekolah, Wali Murid Ramai-ramai Minta Keringanan
surabaya.tribunnews.com/Sugiyono
wali murid Yayasan Ponpes Maskumambang mendatangi sekolah untuk menolak dana sumbangan yang memberatkan wali murid, Selasa (1/8/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Para wali murid di yayasan Pondok Pesantren Maskumambang, Kecamatan Dukun, Gresik, ramai-ramai mendatangi tempat tersebut, Selasa (1/8/2017).

Kedatangan mereka dipicu oleh tingginya dana sumbangan masuk bagi siswa baru. Karena itu mereka meminta agar nilai sumbangan itu diturunkan sehingga tidak sampai membebani. 

Informasi yang dihimpun Surya Online, wali murid mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) datang ke sekolah yayasan Ponpes Maskumambang, desa Sembungan kidul, Kecamatan Dukun.

Wali murid sangat keberatan dengan isi surat edaran Yayasan Ponpes Maskumambang yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan KH Fathihudin Munawwir dan bendahara Mochammad Khoiri.

Dalam edaran yang dikeluarkan pada 27 Juli 2017, disebutkan bahwa sumbangan dapat dibayar 50 persen di awal tahun ajaran baru dan lunas pada pertengahan semester 2017.

"Infaq partisipasi wali murid 50 persen diserahkan awal tahun pelajaran baru 2017-2018, dan 50 persen harus sudah lunas selambat-lambatnya sebelum ujian tengah semester atau bulan September 2017," kata wali murid yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (1/8/2017).

Dari edaran itu, wali murid sangat keberatan. Sebab ketika daftar, siswa baru sudah dimintai pendaftaran yang besarnya bervariasi, antara Rp 1 juta lebih. Kemudian setelah masuk dimintai lagi sama sumbangan yang nilainya sudah diterangkan oleh yayasan.

"Kami sangat berat menerima edaran sumbangan yang nilainya jutaan rupiah. Kita ini masyarakat pinggiran yang pendapatannya kebanyakan dari bertani dan kerja pabrik," imbuhnya.

Atas protes wali murid tersebut, akhirnya pihak yayasan Ponpes Maskumambang, Kecamatan Dukun akan meninjau kembali dana sumbangan yang akan dibebankan kepada wali murid.

Rapat dipimpin Ketua Yayasan Ponpes Maskumambang Kh Fatihuddin Munawwir dengan dihadiri Kapolsek, Kasi Trantib, Anggota Koramil, Kades Sembungan Kidul, Kades Sembunganyar dan Kades Dukun Anyar.

Keputusan rapat, akhirnya dana infaq akan ditinjau kembali setelah ada rapat dengan melibatkan wali murid.

"Hasil rapat yayasan bersama kepala dan staf diputuskan bahwa untuk infaq tidak wajib dan hanya bagi yang mampu saja dan bersifat sukarela," kata Aris, salah satu wali murid yang hadir dalam unjuk rasa tersebut. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved