Surya/

Liputan Khusus Pengusaha Beras Curang

Di Mojokerto, Pengoplosan Beras Kualitas Bagus dan Jelek Sudah Lama Dilakukan, Seperti Ini Caranya

Beras yang kualitasnya tidak jauh beda, jika dioplos dengan komposisi 50:50 saja sudah sangat sulit dikenali.

Di Mojokerto, Pengoplosan Beras Kualitas Bagus dan Jelek Sudah Lama Dilakukan, Seperti Ini Caranya
surabaya.tribunnews.com/Rorry Nurwawati
Petugas Gabungan saat menggrebek gudang beras oplosan di Mojokerto, Selasa (25/7/2017). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Terungkapnya kasus beras oplosan di Mojokerto beberapa waktu lalu, ternyata tidak terlalu mengagetkan.

Terutama, bagi orang-orang yang pernah menjalankan bisnis beras di kawasan Mojokerto dan sekitarnya.

Udin, seorang penjual beras asal Sidoarjo menceritakan, sudah sering mendengar adanya beras oplosan di Mojokerto maupun di daerah lain.

“Misalnya beras kualitas bagus, dioplos dengan yang tidak terlalu bagus atau kualitas di bawahnya,” ujar Udin yang sudah setahun lebih kulakan beras dari Mojokerto.

Bagi masyarakat awam, beras oplosan itu sulit diketahui. Apalagi, jika yang dioplos jenisnya hampir mirip.

Dicontohkannya, beras bramu yang dioplos dengan C64, karena bentuk dan ukurannya hampir sama, sulit diketahui kalau itu oplosan.

Beras yang kualitasnya tidak jauh beda, jika dioplos dengan komposisi 50:50 saja sudah sangat sulit dikenali.

“Bisa-bisa, dioplos dengan komposisi 30:70 (30 persen untuk kualitas yang bagus) juga sudah tidak kentara ketika dijual di pasaran,” sebutnya.

Ada juga beras kualitas sangat jelek dioplos dengan yang bagus.

Caranya, beras yang jelek itu diayak dan dipilih yang lumayan bagus kemudian dicampur dengan beras kualitas bagus lantas dijual dengan harga untuk kualitas bagus.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help