Surya/

Berita Madiun

Alami Luka Bakar Parah, Korban Ledakan di Pabrik Gula Pagottan Madiun Meninggal Dunia

Korban ledakan mesin penguapan air gula atau evaporator di Pabrik Gula Pagottan bernama Saudi (54) meninggal dunia.

Alami Luka Bakar Parah, Korban Ledakan di Pabrik Gula Pagottan Madiun Meninggal Dunia
surya/sugiharto
Ilustrasi 

SURYA.co.id | MADIUN - Seorang korban ledakan mesin penguapan air gula atau evaporator di Pabrik Gula Pagottan bernama Saudi (54) meninggal dunia.

Warga Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini mengalami luka bakar hingga 98 persen.

"Iya, kemarin Minggu (30/7/2017) di RS Lavalette Malang. Almarhum telah dimakamkan di Madiun. Teman-teman dari PG Pagottan mendampingi proses tersebut," kata Humas PTPN XI Brilliant Johan Anugerah, saat dikonfirmasi, Senin (31/7/2017) pagi.

Ia menuturkan, RS Lavalette merupakan rumah sakit di bawah manajemen PT Nusantara Sebelas Medika (NSM) yang merupakan anak perusahaan PTPN XI.

RS Lavalette merupkan satu di antara rumah sakit yang memiliki fasilitas dan tenaga medis terbaik di Malang.

Dikatakannya, korban meninggal akan mendapatkan santunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Santunan akan diberikan disamping hak-hak korban lain sebagai karyawan sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.

Area penguapan tempat mesin evaporator meledak dan menyebabkan tiga pegawai Pabrik Gula Pagottan mengalami luka bakar.
Area penguapan tempat mesin evaporator meledak dan menyebabkan tiga pegawai Pabrik Gula Pagottan mengalami luka bakar. (sury/rahadian bagus priambodo)

Ditanya mengenai penyebab ledakan, Brilliant mengatakan hingga saat ini pihak manajemen pusat dan PG Pagotan telah membentuk tim khsusus untuk melakukan investigasi internal, dan belum diketahui hasilnya.

"Belum, masih on progress," jelasnya singkat.

Sementara itu, dua korban luka bakar yang lain, yakni Heri Subiantoro (37) warga Jatisari, yang mengalami luka bakar mencapai 20- 30 persen dan Lutfi Zaki Jauhari (40) warga Kecamatan Dagangan yang mengalami luka bakar 80-90 persen masih dirawat di rumah sakit.

Brillliant menambahkan, pascaledakan hingga saat ini, mesin penggilingan di PG Pagottan masih belum dapat digunakan, karena masih diperbaiki.

"Saat ini sudah dilakukan upaya perbaikan sehingga proses giling di Pagottan bisa segra dimulai. Untuk sementara tebu di wilayah kerja PG Pagottan masih digilingkan di PG milik PTPN XI yakni di PG Rejosari, PG Purwodadi, dan PG Sudono," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Mesin penguapan air gula atau evaporator di Pabrik Gula Pagottan yang berada di Desa Pagottan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun tiba-tiba meledak, Jumat (21/7/2017) sekitar pukul 21.05 WIB.

Tiga pegawai yang berada di sekitar lokasi ledakan menjadi korban dan mengalami luka bakar cukup parah.

Tiga pegawai yang sedang bekerja itu tersiram nira atau air gula yang panas dari dalam tangki evaporator yang meledak.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help