Surya/

Vespa, Semakin Original Semakin Mahal

Vespa bukan sekadar motor, melainkan sebuah gaya hidup. Karenanya, tidak sedikit orang yang rela menghabiskan duit banyak untuk mendapat Vespa idaman.

Vespa, Semakin Original Semakin Mahal
surabaya.tribunnews.com/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar melihat barisan scooter peserta kontes dijajar di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Minggu (30/7/2017). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Beragam dibariskan rapi di stan GOR Jayabaya, Kota Kediri, Minggu (30/7/2017). Di barisan itu, bisa dilihat berbagai jenis skuter, baik yang diproduksi tahun 1960-an dengan bodi jadul maupun model modifikasi. 

Itulah pemandangan yang dapat disaksikan di agenda Kediri Scooter Festival (KSF) 2. 

Di antara ribuan penggemar scooter yang menghadiri KSF, ada puluhan scooter yang mengikuti kontes.

Panitia membagi dalam 12 kategori kontes dengan masing-masing kontes memiliki kriteria berbeda.
Para pemenang berhak mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Muklas Subekti, Ketua Panitia KSF 2, menyebutkan, tahun ini pelaksanaan KSF lebih meriah. Karena ada utusan dari belasan provinsi yang hadir.

Panitia telah menetapkan sejumlah kategori kontes di antaranya original, modifikasi serta restorasi.
KSF 2 lebih meriah karena diikuti sekitar sekitar 7.000 pemilik vespa dari berbagai daerah mulai Aceh sampai Papua.

Sementara Agus Leho, panitia kontes scooter menjelaskan, penilaian juri juga memperhatikan kelengkapan spare part buatan pabrikan yang asli. Termasuk cat asli dengan kemulusan berikut asesorisnya.

"Khusus untuk asesoris asli buatan dari pabrikan Italia bakal mendapat nilai plus," tambahnya.

Panitia juga menyertakan kelengkapan surat kendaraan STNK dan BPKB menjadi pertimbangan dalam penilaian. "Yang masih ada suratnya dapat nilai plus. Namun penilaian yang utama tetap kondisi motornya," tambahnya.

Untuk penjurian panitia mendatangkan tokoh pemerhati vespa asal Jatim. Tiga dewan juri masing-masing, Bahtiar Sunarko dari Ponorogo, Tatang dari Trenggalek serta Duta dari Blitar. "Jurinya dari Jatim karena lebih paham dengan kondisi vespa klasik yang ada di Jatim," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help