Surya/

Eksperimen Menyeduh Kopi Jadi Daya Pikat Menarik Pelanggan Penyuka Kopi

Hobi ngopi dan tertarik mengenal rasa kopi yang bermacam-macam menjadi salah satu alasan para entrepreneur menekuni usaha ini

Eksperimen Menyeduh Kopi Jadi Daya Pikat Menarik Pelanggan Penyuka Kopi
Surya Online/Sugiharto
Peserta Pesta Kopi Mandiri memperagakan keahliannya meracik kopi di halaman Monumen Kapal Selam Surabaya, Sabtu (29/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren membuka usaha coffee shop alias kedai kopi kini sedang gandrung digeluti para pebisnis, bahkan mulai merambah ke anak-anak muda. Hobi ngopi dan tertarik mengenal rasa kopi yang bermacam-macam menjadi salah satu alasan para entrepreneur menekuni usaha ini.

Firdana salah satunya, saat ditemui Surya Online dalam acara Coffiesta yang digelar Bank Mandiri di komplek Monumen Kapal Selam Surabaya, Sabtu (29/7/2017), barista muda dari Cafe Stasiun Kopi ini tengah asyik menyeduh kopi untuk pelanggan.

"Ada banyak metode menyeduh kopi. Masing-masing metode bisa menghasilkan rasa yang berbeda-beda meski dari biji kopi yang sama," ucapnya.

Di kedai kopinya, ia sengaja membebaskan pelanggan untuk memilih metode menyeduh kopi yang mereka sukai. Bisa aeropress, v60, kalita wave, pour over atau beberapa metode lain.

Jika pelanggan tidak tahu harus memilih metode yang mana, mana para barista akan memberi rekomendasi yang sesuai untuk pelanggan. Sebab prinsip mereka, rasa kopi pilihan adalah tentang kepribadian yang memilih.

"Yang paling banyak dicari biasanya single origin. Kalau metodenya banyak yang suka v60. Sebab bisa dimainkan rasa yang kita cari. Bisa menguatkan asamnya kopi atau bisa juga dibuat bold dengan v60 ini," ucapnya.

Metode menyeduh kopi dengan manual brewing v60 ini dikatakan Firdana banyak disukai para pelanggan perempuan. Sedangkan yang laki-laki juga ada namun lebih banyak yang memilih espresso. Menurutnya bergelut di bidang bisnis kedai kopi saat ini cukup menjanjikan.

"Dulu yang suka ngopi orang tua dan para lelaki. Sekarang banyak anak muda dan juga kalangan perempuan," ucapnya.

Itu baru cerita Firdana. Cindy Herlin Martha, owner Coffeesmith, pengusaha asal Jakarta mengatakan, bisnis kopi bukan hanya soal kepuasan semata. Antara penjual dan pelanggan. Melainkan juga misi sosial menyejahterakan petani lokal.

"Indonesia ini surganya petani kopi. Ada produk kami yang paling favorit yaitu Srikandi. Ini kerjasama dengan patani kopi dari Malang, ternyata sangat dicari," ucap wanita berusia 30 an ini.

Biji yang dipilih memang pilihan yaitu dengan memilih green bean. Dan menyertakan black honey dalam proses roasting. Rasa itu dikatakan Cindy paling banyak disukai penggemar kopi.

Puluhan pengusaha kopi itu dikumpulkan oleh Bank Mandiri untuk memanjakan para penggemar kopi. Director Government and Institutional Bank Mandiri Kartini Sally mengatakan kegiatan ini digelar hingga tanggal 30 Juli mendatang.

"Kami ingin memanjakan nasabah pecinta koli sekaligus mendorong peningkatan transaksi mandiri kartu debit," ucapnya. Lebih lanjut ia menyebut acara ini sudah digelar di beberapa tempat. Seperti di Yogyakarta, Medan dan juga Jakarta.

"Kami optimis inisiatif program prosmosi dan aktivasi dengan melibatka komuniktas seperti penggemar kopi efektif karena saat ini kopi telah menjadi gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya kota besar," ucapnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help