Surya/

Polisi Buru Importir Limbah B3 yang Datangkan Limbah dari Korea Lalu Buang ke Surabaya

Penyidik Polda Jatim terus memburu importir limbah B3 dari Korea yang kemudian membuangnya ke sungai Romokalisari.

Polisi Buru Importir Limbah B3 yang Datangkan Limbah dari Korea Lalu Buang ke Surabaya
surya/fatimatuz zahro
Petugas mengambil sample limbah beracun di lokasi pembuangan dekat rusun Romokalisari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim terus memburu importir limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari Korea yang dibuang seenaknya di sungai Romokalisari.

Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan lebih dari 3 tersangka. Namun penyidik masih mencari keberadaan bos yang mengimpor limbah B3 itu.

"Mata rantainya panjang sehingga harus kami telusuri satu persatu. Nama perusahaan yang tertera di Sidoarjo, ternyata fiktif. Begitu pula yang di Lampung juga fiktif," ujar Kasubdit IV AKBP Rofiq, Rabu (26/7).

Dua perusahaan fiktif itu, diduga sengaja diciptakan untuk kamuflase. Pasalnya, barang yang diimpor dari luar negeri itu bukan dikelola lagi. Tapi justru dibuang begitu saja tanpa pengelolaan lebih dulu.

Dokumen yang dipakai untuk mendatangkan barang adalah oli. Tapi apakah itu oli atau bukan, masih menunggu hasil dari laboratorium.

"Yang jelas limbah yang didatangkan itu hanya untuk kepentingan pribadi," tandasnya.

Apakah limbah itu saat datang dikemas daam kontainer kemudian dipindahkan ke tangki untuk dibuang?

"Waduh saya tidak bisa menjelaskan karena masuk dalam pokok materi," terangnya.

Namun saat pembuangan limbah berlangsung, kontainer ukuran 20 feet itu sudah disekat dan tinggal membuang saja lewat saluran pipa. Ditengarai, kontainer yang dipakai mengangkut limbah dari Korea itu sudah dipersiapkan. Karena limbah cair itu tidak memungkinkan dipindah karena baunya cukup menyengat hingga membuat 29 warga di Rusun Romokalisari mengalami sesak napas.

Sementara, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan penyidik kini mendalami importir yang ada di Jakarta. Perusahaan itu yang menangani administrasinya.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help