Berita Surabaya

Selamatkan Sejumlah Aset ini, Kajari Surabaya Terima Penghargaan dari Pemkot

Penghargaan ini tidak lepas dari kiprah Kejari Surabaya selama 2017 telah membantu Pemkot Surabaya mendapatkan asetnya kembali.

Selamatkan Sejumlah Aset ini, Kajari Surabaya Terima Penghargaan dari Pemkot
surya/Anas Miftakhudin
Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi menerima penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (21/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejari Surabaya selama Hari Bhakti Adhyaksa ke-57 terus menuai prestasi.

Korps berbaju cokelat pimpinan Didik Farkhan Alisyahdi SH ini usai memperoleh penghargaan dari Jaksa Agung sebagai peringkat 1 Nasional optimalisasi penanganan perkara korupsi dan Dirjen Pajak.

Kini giliran Pemkot Surabaya memberikan penghargaan yang disampaikan Wali Kota Tri Rismaharani, Jumat (21/7/2017).

Penghargaan ini tidak lepas dari kiprah Kejari Surabaya selama 2017 telah membantu Pemkot Surabaya mendapatkan asetnya kembali dan dana senilai Rp 171,6 miliar.

Aset dan dana segar yang masuk Kas Daerah (Kasda) itu diperoleh melalui penyelesaian beberapa sengketa perdata antara pemkot dengan beberapa pihak.

"Kami bekerja tanpa pamrih dan alhamdulillah dalam perjalanannya bisa menyelesaikan persoalan yang ada," ujar Didik Farkhan merendah.

Jaksa asal Bojonegoro, menegaskan selama ia dipercaya sebagai kejari ia berusaha berinovasi untuk kepentingan masyarakat.

Mulai dari layanan pengambilan tilang hingga pembayaran bisa diselesaikan di Kejari Surabaya. Bahkan pihaknya juga melayani pengiriman pengambilan tilang ke rumah.

Terkait bantuan pada pemkot, Kejari Surabaya banyak menyelesaikan sengketa tanah masyarakat dengan pihak lain.

Sesuai data di Dinas pengelolaan Bangunan dan Tanah kota Surabaya, keberhasilan Jaksa Pengacara Negera (JPN) Kejari Surabaya diawali saat menyelesaikan sengketa tanah pemkot di Kendangsari sehingga Pemkot mendapat uang sewa Rp 9,1 miliar.

Ada juga Penyelesaian tanah di Jalan Indragiri yang akhirnya mendapat Rp 5,6 miliar.

Sengketa dengan Yarsis diselesaikan JPN sehingga Pemkot mendapatkan aset tanah senilai Rp 41 miliar.

Selain itu, JPN juga menyelesaikan membantu penyelesaian sengketa tanah dengan PT Rungkut Megah Raya di Kelurahan Kalirungkut sehingga Pemkot mendapat Rp 237, 6 juta, dan di Kelurahan Panjang Jiwo Rp 242,5.

Selanjutnya tanah Jalan Raci sebesar Rp 175, 3 juta dan Jalan Upajiwa setahun Rp 3,6 miliar.
Penyelesaian sengketa dengan PT Kartika Kusuma Internusa (KKI) di Kelurahan Kebraon diperoleh aset senilai Rp 30,4 miliar dan terakhir penyelesaian sewa PT AJB Bumi Putera sebesar Rp 82,34 miliar.

"Kami hanya bisa bekerja, tentunya harus ditunjang dengan kebersamaan sesama tim," pungkas Didik Farkhan.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help