Surya/

Pembelaannya Ditolak Jaksa, Nasib Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Ujung Tanduk

Jaksa yang menuntut Taat Pribadi menolak pleidoi yang disampaikan sebelumnya. Kini, sosok 'pengganda uang' itu pun menanti putusan hakim.

Pembelaannya Ditolak Jaksa, Nasib Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Ujung Tanduk
surya/galih lintartika
Taat Pribadi saat menjalani persidangan di PN Probolinggo, Selasa (18/7/2017). 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Dimas Kanjeng Taat Pribadi, terdakwa dalam dugaan pembunuhan terhadap dua pengikutnya bakal segera mendengar vonis dari majelis hakim di PN Kraksaan. 

Kasi intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Joko Wuryanto, mengatakan bahwa sidang pembacaan putusan itu akan digelar pada 1 Agustus 2017 mendatang. 

"Kamis (20/7/2017) itu kemarin kan sidang replik. Jadi, kami memberikan jawaban atau tanggapan atas pleidoi yang diajukan Taat Pribadi dan tim kuasa hukumnya," katanya kepada Surya.

Dia mengatakan, dalam sidang replik itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap memegang teguh prinsipnya. Pihaknya, tetap mempertahankan tuntutan yang sudah dibacakan dalam sidang sebelumnya.

"Intinya, kami menolak pleidoi terdakwa. Kami tetap berkeyakinan terhadap tuntutan yang kami bacakan sebelumnya," terangnya.

Sekadar diketahui, dalam kasus dugaan pembunuhan, JPU menuntut Taat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Jaksa menilai Taat terlibat dalam pembunuhan dua sultan padepokan itu. Bahkan, indikator Taat merupakan otak dalam pembunuhan ini juga kuat.

"Kami berpendapat, Taat ini ikut merencanakan pembunuhan ini. Makanya, kami tuntut pasal 340 KUHP," jelasnya.

Menurut Joko, dalam pemeriksaan saksi yang merupakan anak buah Taat dan sekarang menjadi terpidana itu, menyebutkan bahwa yang menyuruh membunuh Abdul Gani serta Ismail Hidayah itu adalah Taat Pribadi.

"Itu tertuang dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik kepolisian. Ketika saksi ini mencabut kesaksiannya di persidangan, dan mengatakan yang menyuruh bukan Taat itu urusan para saksi," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help