Surya/

Lifestyle

Kreasikan Gaya Hidup

Setelah bergosip urusan dapur hingga tren fashion, mereka menutup pertemuan tersebut dengan foto bareng.

Kreasikan Gaya Hidup
surya/ahmad pramudito
Menikmati sensasi di ketinggian lewat mainan ayunan sambil berselfie ria di G-Suites. 

SURYA.co.id | SURABAYA - ‘Busanamu adalah kelas sosialmu’, ungkapan ini sering dipakai para sosialita untuk mengukuhkan eksistensinya. Kini tampaknya tagline itu perlu ditambah, ‘tempat nongkrongmu menunjukkan kelas sosialmu’.

Dan perkembangan teknologi menjadi pemicu terbesar dari geliat gaya hidup masyarakat perkotaan seperti Surabaya ini. Faktanya, media sosial (medsos) sering jadi wahana para sosialita ini untuk mempertahankan eksistensi mereka.

Bahkan dalam sehari bisa dua tiga kali mereka posting aneka aktivitas yang mereka lakukan di banyak tempat. Mereka posting menu yang jadi sajian sarapan, makan siang, hingga dinner party.

Saat habis belanja di mall atau butik langganan, mereka pun langsung pamer baju, tas, atau aksesoris yang baru mereka beli.

Tak berhenti di situ. Mereka lalu janjian untuk ketemu di satu titik untuk melepas kangen. Meski dua atau tiga hari lalu mereka baru saja ketemuan di restoran di sebuah hotel bintang empat di pusat kota.

Setelah bergosip urusan dapur hingga tren fashion, mereka menutup pertemuan tersebut dengan foto bareng.

“Buat diposting di medsos, biar bisa jadi kenangan,” begitu dalih mereka.

Fenomena tersebut tak hanya berjangkit di kalangan sosialita. Gaya hidup masyarakat Mega Metropolis ini pun menular ke mereka yang lebih muda.

Tak heran bila di sejumlah coffeeshop selalu dipenuhi remaja mulai sore hingga menjelang tengah malam.
‘Hobi’ baru inilah yang langsung ditangkap pengelola tempat hiburan di Surabaya.

Pengelola resto, kafe, plasa/mall, hingga hotel adu konsep membuat spot-spot menarik yang bisa jadi wahana ber-selfie ria. Bosan dengan suasana yang itu-itu saja, maka titik puncak gedung jadi pilihannya.

Area yang selama ini tak bermanfaat atau cuma dipakai untuk menempatkan tandon air atau outdoor AC mulai diotak-atik.

Hasilnya? Sedikitnya ada 10 venue baru di Surabaya menggunakan rooftop sebagai tempat nongkrong eksklusif.

Mengelola bisnis memang tak lepas dari inovasi dan kreativitas. Jika stagnan habislah perhatian konsumen dan bakal lari ke spot lain yang lebih menarik.

‘Dinamika selera’ ini tak lepas dari ciri khas masyarakat, terutama warga Surabaya yang selalu tertarik pada suasana baru. Maka jika ingin tetap jadi pusat perhatian, janganlah berhenti berkreasi dan berinovasi.

Sepanjang kehidupan masyarakat kota itu terus menggeliat, ‘dahaga’ mereka pun tak pernah terpuaskan.

“Orang Surabaya itu nggak ada yang loyal, kalau ada tempat baru yang lebih menarik, pasti geser.” (Achmad Pramudito)

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help