Surya/

Inilah Kronologi Tewasnya Pria Misterius di Bypass Mojokerto Menurut Versi Polisi

Polisi mengungkap kronologi tewasnya pria tak dikenal di kawasan Bypass Mojokerto. Begini versi polisi tersebut...

Inilah Kronologi Tewasnya Pria Misterius di Bypass Mojokerto Menurut Versi Polisi
surya/rorry nurmawati
Mayat tanpa identitas yang ditemukan di Dusun Jogodayoh Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/7/2017). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Polisi mengungkap kronologi tewasnya seorang pria tanpa identitas yang jasadnya ditemukan di kawasan Bypass Mojokerto, Jumat (21/7/2017).

Kasubag Humas Polres Kabupaten Mojokerto, AKP Suparto menjelaskan, dugaan sementara tewasnya pria tanpa identitas itu lantaran mengamuk. Pasalnya, pria yang mengenakan kaos warna biru dan sarung kotak-kotak itu diduga mengalami gangguan jiwa.

Awalnya, korban diamankan warga Desa Kejagan Kecamatan Trowulan karena sempat mengamuk. Warga pun berinisiatif membawa pria tersebut ke Pondok Among Budaya sebuah tempat penampungan orang gangguan jiwa milik Jliteng.

Namun setibanya di Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan, tiba-tiba korban kembali mengamuk dan memukul Wawan.

"Karena dipukul oleh korban, pelaku menenangkan korban dengan cara membanting dan menindihnya. Saat ditindih, pelaku Wawan, Bakri, dan Bawik memukuknya secara bergantian setelah korban diikat hingga lemas," jelasnya.

Baca: Inilah Empat Orang Terduga Penyebab Tewasnya Seorang Pria di Bypass Mojokerto

Mengetahui korban panik, pelaku kemudian menaikkan korban ke atas pickup dengan tujuan Terminal Kertajaya. Sayangnya, belum sampai tujuan korban kembali mengamuk. Lagi-lagi, Wawan, Bawik dan David kembali memberikan pukulan demi pukulan hingga korban terjatuh dan wajah mengenai bak pikap hingga mengucurkan darah.

"Saat kondisi lemas, korban kemudian dibuang dengan cara dijatuhkan dari atas pikap ke lokasi ditemukannya korban tewas," tandasnya. 

Baca: Jasad Pria Ini Ditemukan di Semak-semak Pass Mojokerto, Kondisinya Mengenaskan

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help