Berita Gresik

VIDEO - Diduga Korupsi Dana Desa, Kades di Pulau Bawean Ditahan Kejari Gresik

Tersangka diduga menyalahgunakan wewenang dalam anggaran dana desa untuk pembangunan di desanya.

SURYA.co.id | GRESIK - Kejaksaan Negeri Gresik menahan Jumali Kepala Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Penahanan tersangka diduga akibat korupsi penyalahgunaan dana desa sebesar Rp 1,3 miliar.

Tersangka Jumali datang ke Kantor Kejari Gresik sekitar pukul 09.00 WIB tanpa didampingi pengacara.

Awalnya, tersangka datang dipanggil sebagai saksi. Namun, dalam pemeriksaan ternyata terdapat unsur korupsi sehingga langsung ditahan.

Kasi Intel Kejari Gresik Luthcas Rohman mengatakan, dugaan korupsi dana desa itu dilakukan selama 2016.

Tersangka diduga menyalahgunakan wewenang dalam anggaran dana desa untuk pembangunan di desanya.

Mulai pembangunan fisik sebanyak 10 tempat dan penggunaan dana non fisik yang masih dalam pendalaman.

"Kejari Gresik menahan tersangka Jumali, Kepala Desa Tanjungori, yang diduga korupsi dana desa anggaran 2016 sebesar Rp 1,3 miliar. Dana itu digunakan untuk pembangunan jalan dan gedung tapi diduga dilakukan mark up. Kita masih dalami kasusnya," kata Luthcas, dengan didampingi Kasi Pidsus Gede Putera, Rabu (19/7/2017).

Tersangka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

Tersangka Jumali keluar dari ruang penyidik Pidsus Kejari Gresik tanpa memberikan keterangan.

Jumali langsung masuk ke mobil tahanan Kejari Gresik.

Setelah tersangka ditahan, penyidik Pidsus Kejari Gresik masih mencari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proyek pembangunan sarana prasarana di desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik. Termasuk memanggil saksi-saksi yang terlibat.

"Kita masih mendalami kasusnya. Sudah 24 saksi dimintai keterangan," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved