Surya/

Berita Tulungagung

Wiwit Modifikasi Panci yang Tak Laku di Pasaran, Kini Malah Banyak Dicari Konsumen

Produk panci stainless steel (besi tahan karat) ini disebut bisa mengalahkan produk buatan Tiongkok.

Wiwit Modifikasi Panci yang Tak Laku di Pasaran, Kini Malah Banyak Dicari Konsumen
surya/david yohannes
Wiwit Sugiarto (46) tengah memasang gagang panci, sebelum dikemas dan dipasarkan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Suara panci berbenturan terdengar berisik dari sisi kiri rumah Wiwit Sugiarto (46), di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut.

Di ruangan yang disulap jadi bengkel tersebut, Wiwit tengah memasang baut pada gagang panci.

Ayah lima anak ini memang produsen panci bergagang, yang sudah merintis usaha sejak 1999.

Wiwit mengungkapkan, produk panci Ngunut masih bisa diandalkan.

Bahkan produk panci stainless steel (besi tahan karat) ini disebut bisa mengalahkan produk buatan Tiongkok.

Padahal sekitar 2010, panci lokal ini kalah dengan panci asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Awalnya konsumen memang tertarik karena harga panci asal Tiongkok sangat murah, jauh lebih murah dari produk kita. Tapi pada akhirnya kualitas yang berbicara,” ucap Wiwit.

Wiwit menuturkan, sekitar tahun 2010 mulai masuk produk asal Tiongkok.

Panci lokal sepat tersingkir, produksi pun menurun drastis. Namun perlahan kepercayaan pasar mulai pulih.

Menurutnya, logam yang dipakai produk Tiongkok bukan stainless steel murni, melainkan hanya lapisan.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help