Surya/

Berita Mancanegara

Serbuan Lendir 'Belut Purba' di Jalan Tol, Seperti Ini Penjelasannya

Hewan yang menggeliat di jalanan dalam lendir tersebut bukanlah belut, melainkan mahluk purba yang masih hidup hingga sekarang.

Serbuan Lendir 'Belut Purba' di Jalan Tol, Seperti Ini Penjelasannya
Oregon State Police Department
Sebuah mobil yang terimbas oleh tumpahan lendir remang 

SURYA.co.id - Kejadian aneh sekaligus menjijikkan berlangsung minggu lalu.

Sebuah truk berisi 3.400 kilogram “belut” terguling di jalan tol 101, Oregon, Kasmi (13/7/2017) dan membanjirinya dengan lendir.

Akibat kecelakaan yang melibatkan lima mobil lainnya tersebut, jalan tol 101 terpaksa ditutup untuk sementara waktu.

Nyatanya, hewan yang menggeliat di jalanan dalam lendir tersebut bukanlah belut, melainkan sebuah mahluk purba yang masih hidup hingga sekarang.

William O’Connor, seorang pakar biologi dengan Ecofact Environmental Consultants Ltd berkata mahluk tersebut adalah sejenis ikan tanpa rahang yang sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu.

Dikenal di Indonesia sebagai remang atau ikan pasuk, hewan ini memiliki fungsi penting dalam ekosistem laut sebagai pemangsa bangkai yang mendaur ulang nutrisi dan makanan bagi hewan lainnya.

Selain itu, remang juga bisa dikonsumsi manusia.

Dalam kasus ini, truk yang terguling mengambil remang dari pesisiran Oregon untuk dikirimkan ke Korea Selatan karena masyarakat di negara tersebut menganggap remang sebagai makanan eksotis.

Sebagai hewan yang menjadi mangsa bagi ikan lainnya, remang pun berevolusi untuk dapat menggunakan lendir sebagai pertahanan diri.

Menurut Ryan Kincer yang pernah bekerja dengan angkatan laut Amerika Serikat sebagai insinyur bahan, lendir remang terdiri dari mucus (mucin) dan fiber protein seperti benang-benang kecil.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help