Malang Raya

Jadi Dalang Kaburnya 17 Tahanan Polres Malang, ini Hukuman Setimpal untuk Abdurrohman

Abdurrohman, pria yang dianggap sebagai dalang dari kaburnya belasan tahanan Polres Malang beberapa tahun lalu, akhirnya divonis berat oleh hakim.

Jadi Dalang Kaburnya 17 Tahanan Polres Malang, ini Hukuman Setimpal untuk Abdurrohman
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Amru Muiz
Abdurrohman (berbaju tahanan) saat meninggalkan ruang sidang di PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (18/7/2017). 

SURYA.co.id | MALANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, menjatuhkan vonis 6 tahun dan 8 bulan penjara serta denda Rp 800 juta subsider 2 bulan kepada Abdurrohman (28), dalang di balik kaburnya 17 tahanan Polres Malang beberapa waktu lalu. 

Pria asal desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang tersebut. 

Vonis tersebut dijatuhkan bukan atas dakwaan karena kabur dari tahanan, melainkan karena kasus narkoba. Hanya saja, kaburnya Abdurrohman itu cukup menjadi alasan yang memberatkan dia di persidangan. 

"Terdakwa secara nyata terbukti memiliki barang terlarang sehingga jelas melanggar undang-undang tentang narkotika," kata Ari Qurniawan SH, Ketua Majelis Hakim sidang di PN Kepanjen, Selasa (18/7/2017).

Di samping itu, dikatakan Ari Qurniawan, terdakwa yang sempat melarikan diri dari tahanan dan kembali tertangkap juga menjadi perhatian dalam persidangan.

Dengan demikian perbuatan terdakwa dalam melakukan pelanggaran cukup jelas dan terbukti berdasar keterangan saksi-saksi selama persidangan.

"Kami perintahkan terdakwa tetap ditahan dan barang bukti disita oleh negara untuk dimusnahkan. Silahkan terdakwa menanggapi vonis bersama penasehat hukumnya untuk disampaikan nanti. Dan sidang kasus ini kami nyatakan ditutup," ucap Ari Qurniawan usai membacakan putusan Majelis Hakim PN Kepanjen.

Sementara JPU Kejaksaan Kabupaten Malang, Diean Febia SH sependapat dengan vonis majelis hakim terhadap terdakwa Abdurrohman. Vonis tersebut dinilai cukup adil atas perbuatan yang telah dilakukan oleh terdakwa.

"Vonis majelis hakim sudah sesuai dengan harapan kami. Karena vonis tidak jauh beda dengan tuntutan JPU," kata Diean Febia.

Sedangkan terdakwa Abdurrohman melalui penasehat hukumnya, Ahmad Hambali menyatakan butuh waktu pikir-pikir atas vonis majelis hakim tersebut. Ini dikarenakan vonis itu cukup berat bagi terdakwa. Apalagi terdakwa juga akan menjalani persidangan kasus pengrusakan ruang tahanan Polres Malang untuk melarikan diri.

"Mungkin dalam waktu dua hari ini kami akan ambil sikap atas vonis majelis hakim. Dan vonis itu dirasa cukup berat, apalagi majelis hakim menyebut terdakwa yang sempat melarikan diri dari tahanan sehingga ikut menjadi pertimbangan," kata Hambali.

Memang, diakui Hambali, pihaknya berharap majelis hakim PN Kepanjen menjatuhkan vonis rehabilitasi kepada terdakwa. Ini dikarenakan berbagai pertimbangan yang salah satunya sabu-sabu sebagai bukti jumlahnya satu poket saja.

Di samping itu, terdakwa masih memiliki kewajiban sebagai kepala rumah tangga dan bersikap baik selama di persidangan serta mengakui perbuatannya.

"Namun rupanya majelis hakim memiliki pertimbangan tersendiri sehingga menjatuhkan vonis cukup berat bagi terdakwa," tutur Hambali.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help