Surya/

VIDEO - Lestarikan Hadrah Tradisional di Haul Mbah Candi

Masyarakat di Desa ini percaya bahwa sebelum Wali Songo, ada sosok mbah Candi yang pertama menyebarkan Islam di Gresik. Ini cara mereka mengenangnya..

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Dusun Candi Laras, Desa Peganden, Kecamatan Manyar, memperingati meninggalnya (Haul) Mbah Candi atau yang akrab dipanggil Ki Ageng Panjalin.

Dalam rangkaian haul tersebut digelar pentas rebana hadrah Al-Banjari tradisional yang hampir punah dan tidak terdengar di masjid-masjid dan Musala.

Kegiatan lainnya yaitu doa bersama yang melibatkan seluruh masyarakat dari berbagai desa sekitar.

Warga mengadakan peringatan haul kedua ini karena keberadaan makam Mbah Candi baru ditemukan oleh warga sekitar dusun Candi Laras.

Setelah ditemukan silsilahnya dari keterangan para orang tua dan Kitab Babon 'Kuwu Peremban', Mbah Candi merupakan tokoh di desa Suci dan Pongangan.

"Mbah Candi atau Ki Ageng Panjalin ini sesepuh atau tokoh Desa Pongangan dan Desa Suci yang sebelumnya desa itu bernama kerajaan Gunung Ringgit pada tahun 933 saka atau 1011 Masehi," kata Ali Murtadho, tokoh masyarakat di dusun Candi Laras, saat aamcara Haul Mbah Candi, Senin (17/7/2017).

Ali menegaskan bahwa dari Kitab Babon tersebut disebutkan bahwa Mbah Candi ini merupakan tokoh agama Islam tertua di Gresik sebelum adanya sunan Wali Sembilan.

"Setelah meneliti bukti-bukti dan cerita keturunan Mbah Candi, yang juga dikuatkan Kitab Babon 'Kuwu Peremban', masyarakat kampung Candi semakin yakin dengan keberadaan Mbah Candi itu sebagai tokoh tertua di wilayah Gresik sebelum adanya Wali Songo," imbuhnya.

Dari peranan Mbah Candi dalam syiar ajaran agama Islam itu, masyarakat menggelar hadrah Al Banjari yang hampir punah itu. Diharapkan dari kegiatan bersholawat dengan disertai rebana bisa meningkatkan keimanan warga.

"Di kampung Candi ini dulunya sudah memeluk agama Islam yang diajarkan oleh Syaid Sya'roni atau Mbah Turki yang makamnya di puncak gunung Ringgit, sekarang menjadi gunung Suci. Dan Candi itu dinamakan Candi Pamengan yang dilanjutkan Mbah Candi. Jadi sudah seharusnya kita melestarikannya," katanya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help