Surya/

Berita Surabaya

Sungai di Romokalisari masih Mengandung Limbah Beracun, DLH bakal Lakukan Tindakan ini

"Intinya di sana kadar ph dan DO nya masih belum normal. Harusnya kalau ph di bawah tujuhlah."

Sungai di Romokalisari masih Mengandung Limbah Beracun, DLH bakal Lakukan Tindakan ini
surya/fatimatuz zahro
Petugas mengambil sample limbah beracun di lokasi pembuangan dekat rusun Romokalisari. 

SURYA.CO.ID| SURABAYA – Kondisi sungai dekat Rusunawa Romokalisari pasca pembuangan limbah B3 akhir pekan lalu hingga saat ini belum kembali normal. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, tingkat keasaman di sungai yang tercemar itu masih tinggi.

Untuk tingkat keasaman per sore kemarin masih 14. Sedangkan pagi ini, Senin (17/7/2017), ph atau keasaman sungai masih 7,2.

Sedangkan untuk kadar oksigen terlaut atau dissolved oxygen (DO), sempat hanya 0, dan saat ini sudah merangkak naik ke angka 1.

“Besok akan kita lakukan pengecekan lagi. Intinya di sana kadar ph dan DO nya masih belum normal. Harusnya kalau ph di bawah tujuh lah. Sedangan untuk DO normalnya dua sampai tiga,” ucapp Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota SUrabaya Musdik Ali Suhudi.

Angka oksigen terlarut tersebut menunjukan kemampuan ekosistem untuk mendapatkan oksigen dari dalam air. Termasuk ikan dan juga biota yang ada di dalam air yang lain.

Disampaikan Musdik, lantaran kondisi air sungai masih belum normal, pihaknya masih meminta mobil Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyemprotan ke sungai.

“Sampai saat ini dan juga besok akan kita lakukan pemantauan dengan radius tujuh titik di sekitar tempat pembuangan limbah. Untuk mengetahui perkembangannya seperti apa,” ulasnya.

Namun yang jelas, disampaikan Musdik, saat ini bau di sana sesekali masih terasa menyengat. Dimungkinkan masih ada cairan limbah yang nyangkut di dedaunan sekitar sungai.

Menurutnya bau tersebut akan bisa hilang seandainya masih ada hujan. Namun lantaran belum ada hujan, yang bisa dilakukan saat ini ada menggelontor kawasan tersebut dengan air dari mobil PMK.

Sementara itu, Musdik menyebutkan sempat kesulitan mendapatkan tempat laboratorium yang bersedia untuk melakukan uji sampel sungai tercemar limbah B3.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help