Surya/

Setya Novanto Tersangka Kasus E-KTP, Mochtar W Oetomo: Potensi Perpecahan di Golkar kembali Tumbuh

Tak hanya di internal Golkar, kasus ini juga bisa berdampak ke eksternal, terutama posisi Golkar yang berkaitan dengan masa depan koalisi.

Setya Novanto Tersangka Kasus E-KTP, Mochtar W Oetomo: Potensi Perpecahan di Golkar kembali Tumbuh
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Mochtar W Oetomo,Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK, bukan hanya menjadi tamparan bagi Golkar, namun juga DPR RI. Sebab, selain beliaunya menjabat Ketua Golkar, Setnov juga seorang Ketua DPR.

Tentu saja hal ini berpotensi akan memunculkan riak dalam tubuh internal Golkar. Sebab, potensi perpecahan yang selama ini tersimpan segera muncul ke permukaan. Faksi-faksi yang ada di tubuh Golkar segera menampakkan wajah aslinya.

Apalagi jabatan seorang ketua umum Golkar, bukan hanya strategis dalam makna politik (yang akan mengisi pos ketua DPR), tetapi juga bermakna strategis dalam makna ekonomi.

Tak hanya di internal Golkar, kasus ini juga bisa berdampak ke eksternal, terutama posisi Golkar yang berkaitan dengan masa depan koalisi.

Yang mana, Golkar sebagai pendukung pemerintah, pasti akan banyak kepentingan politik yang bermain. Baik secara terang maupun diam-diam.

Tak hanya di pusat, imbas penetapan ini pasti akan berdampak ke daerah. Tentu saja, akan sedikit merepotkan Golkar karena ke depan harus mengambil keputusan cepat berkaitan sikap terhadap pilkada serentak yang terjadi di beberapa provinsi besar seperti Jabar, Jateng, hingga Jatim.

Namun, selama ini dengan kematangan berpolitiknya, Golkar relatif bisa menyelesaikan persoalan internal politiknya dengan lebih cepat.

Apabila Golkar segera bisa menyelesaikan persoalan ini, kepemimpinan DPR juga akan cepat kondusif.
Apalagi, berdasarkan kesepakatan politiknya, ketua DPR menjadi jatah Golkar.

Ada baiknya pengurus di Jatim tidak ikut ramai untuk melakukan manuver. Sebab, pasti sudah cukup banyak tokoh berpengaruh di tataran DPP yang akan mengambil sikap pascapenetapan sebagai tersangka ini.

Selain itu, semakin banyak yang bermanufer akan semakin gaduh dan semakin sulit dikendalikan. Serta, berpotensi memberi ruang kepada kekuatan luar untuk melakukan intervensi.

Jika itu terjadi, Golkar sendiri yang akan rugi. Dampaknya, persiapan mereka di berbagai pilkada termasuk Jatim pun bisa kocar-kacir.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help