Surya/

Berita Gresik

Forum Peduli Cagar Budaya Gresik Demo di Depan Gedung Dewan, Ini Tuntutan Mereka

Mereka mengenakan kaos putih dan ikat kepala bertuliskan Save Alun-alun Kota Gresik.

Forum Peduli Cagar Budaya Gresik Demo di Depan Gedung Dewan, Ini Tuntutan Mereka
surya/sugiyono
Aliansi forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik berunjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik menolak pembangunan Alun-alun Gresik, Senin (17/7/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Aliansi forum masyarakat peduli cagar budaya Gresik menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik, Senin (17/7/2017) siang.

Massa menuntut pembubaran proyek pembangunan Alun-alun Gresik dan penempatan pedagang kaki lima (PKL) di tempat yang layak.

Mereka mengenakan kaos putih dan ikat kepala bertuliskan Save Alun-alun Kota Gresik.

Mereka yang berunjuk rasa berasal dari berbagai elemen masyarakat, budayawan, serikat pekerja, PKL, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa, berorasi secara bergantian.

"Pembangunan Alun-alun akan menggusur masyarakat kecil. PKL dibubarkan tapi kesejahteraan ditinggalkan. Padahal sesuai undang-undang masyarakat miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara," kata seorang orator dari perwakilan SPBI Kasbi, Senin (17/7/2017).

Ketua Paraniaga Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG) menambahkan, PKL di Alun-alun Gresik mau ditata.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Gresik tidak mencarikan tempat yang layak bagi PKL sebelum dirombak menjadi kompleks Islamic Center.

"PKL merupakan kelompok yang mandiri, kreatif dan kompak. Tapi pemerintah menganggap PKL seperti orang yang tidak berpendidikan dan orang pinggiran. Sehingga kami kompak menolak pembangunan Alun-alun Gresik," kata Yasin, ketua PKL Alun-alun Gresik.

Meski menggelar panggung orasi di depan gedung DPRD Gresik, tak ada anggota DPRD Gresik yang menemui mereka.

Padahal surat pemberitahuan aksi sudah disampaikan jauh-jauh hari.

"Kami sudah sampaikan tembusan surat penyampaian aspirasi ke DPRD Gresik namun tidak ada satupun anggota DPRD yang mau menemui kita," kata Yasin.

Ketua Yayasan Mataseger Kris Adji AW menambahkan, alun-alun merupakan kawasan situs bersejarah.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help