Surya/

Diduga Nikmati Uang Haram Rp 1 Miliar, Pengelola Koperasi di Banyuwangi Ditahan Kejati Jatim

Dua pengelola koperasi KSP Dana Prima Banyuwangi akhirnya dijebloskan ke tahanan oleh penyidik Kejati Jatim karena diduga menilep uang miliaran Rupiah

Diduga Nikmati Uang Haram Rp 1 Miliar, Pengelola Koperasi di Banyuwangi Ditahan Kejati Jatim
surabaya.tribunnews.com/Anas Miftakhudin
Dua tersangka dugaan korupsi di KSP Dana Prima Banyuwangi (berbaju tahanan) saat digiring penyidik ke mobil yang akan membawa mereka ke rutan Medaeng di Sidoarjo, Senin (17/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin (17/7/2017) menahan pengelola koperasi KSP Dana Prima Banyuwangi yang diduga terlibat korupsi uang Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Mereka yang kini dijebloskan ke Rutan Medaeng di Sidoarjo itu adalah Sarko dan Triyono. Sekitar pukul 14.56 WIB, keduanya digiring dari lantai III ke lantai dasar untuk menuju mobil tahanan yang disiapkan di halaman Kejati Jatim.

Saat keluar dari lift, kedua tersangka yang diduga menikmati uang Rp 1 miliar itu berjalan sambil menundukkan wajah.

Keduanya berusaha berjalan cepat untuk menuju mobil tahanan yang di parkir menghadap utara.

Sesekali, kedua tersangka berusaha menutup wajahnya dengan tangan kanan dan tas yang dibawanya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung SH, menjelaskan tersangka Sarko ditahan dalam perkara penyimpangan penggunaan bantuan LPDB KUMKM tahun 2012 pada KSP Dana Prima Banyuwangi senilai Rp 1 miliar.

Sementara, tersangka Triyono ditahan dalam perkara penyimpangan penggunaan bantuan dana dari LPDB KUMKM pada KSP Dasa di Banyuwangi tahun 2011 senilai Rp 750 juta.

"Dana yang digulirkan oleh pemerintah tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh kedua tersangka," ujar Kasi Penkum Richard Marpaung.

Menurut Richard, dalam pemeriksaan terungkap kedua tersangka saat itu mengajukan proposal ke pemerintah untuk dana UMKM. Namun proposal yang diajukan itu layaknya untuk kepentingan masyarakat. Ternyata setelah uang turun pada kedua tersangka, justru uang senilai Rp 1,750 miliar tidak sampai pada sasaran.

"Data-data yang diajukan oleh kedua kedua tersangka banyak yang fiktif, sehingga penyalurannya juga fiktif," terangnya.

Untuk apa uang sebanyak itu? Richard masih belum bisa memastikan. Karena sekarang ini penyidik tengah menguak kemana saja uang aliran uang yang sudah di tangan kedua tersangka. "Penyidik akan terus menyelidiki kemana uang itu," jelas Richard.

Apakah ada yang dibelikan tanah oleh kedua tersangka? "Belum. Belum, semua akan dicari oleh penyidik," tandasnya.

Dalam perkara dugaan korupsi ini, negara dirugukan sebesar Rp 1 miliar untuk KSP Dana Prima Banyuwangi dan 750 juta untuk KSP DASA Banyuwangi.

"Tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dgn UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," tandasnya. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help