Surya/

Citizen Reporter

Buatlah Judul yang Menggoda Agar Tulisan Dilirik Editor Media

butuh trik dan strategi khusus agar tulisan lolos saringan editor dan muncul di media ... pertama, buatlah judul yang menggoda!

Buatlah Judul yang Menggoda Agar Tulisan Dilirik Editor Media
pixabay
ilustrasi 

Reportase Ryan Pramana Putra
Mahasiswa S1 Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

BELASAN orang dari berbagai daerah dan latar belakang menuju ke Villa Syariah Hidayatullah Kota Wisata Batu, Malang, mengikuti forum silaturahmi pertama yang diadakan taklim jurnalistik community. Kegiatan dua hari, Jumat-Sabtu (7-8/7/2017) ini mengusung tema Bersinergi Membangun Jurnalis Muslim.

Salah satu pemateri, dr Dito Anurogo memaparkan The Art Artistic and Futuristic Writing.  Dito menjelaskan dasar-dasar kepenulisan, seperti: jenis-jenis tulisan, struktur penulisan, hingga kiat mendapatkan ide.

Dari materi-materi tersebut, yang menjadi poin paling menarik ialah trik singkat untuk bisa menembus media.

“Untuk bisa dimuat di media, penilaian pertama dari judul tulisan. Setelah judul, kemudian lead atau paragraf pertama lalu tulisan secara menyeluruh,” tutur dokter yang menulis buku The Art of Medicine itu.

Hal tersebut dikarenakan jumlah tulisan yang masuk ke email media tidak sedikit. Bisa belasan, puluhan, bahkan ratusan. Sehingga, langkah awal yang dilakukan redaktur adalah menilai dari judul tulisannya. Ketika judulnya menarik, baru redaktur menilai lead atau paragraf tulisan.

Pentingnya lead sangat mempengaruhi pembacanya. Jika lead menarik, pembaca akan membaca tulisan hingga tuntas.

Untuk menulis lead, diperlukan diksi yang sangat kuat dan tepat. Apabila pemilihan katanya terlalu umum, sangat sulit untuk bisa menembus media.

Dito memberikan motivasi kepada peserta bahwa setiap orang bisa menembus media. Itu semua tidak bergantung dari profesi penulis, tetapi dari kualitas tulisannya.

Tidak salah jika seorang mahasiswa dapat menulis tentang politik meski di kuliahnya tidak mendapat mata kuliah ilmu politik. Hanya yang menjadi pertanyaan, apakah bisa mahasiswa menulis tersebut?

Jika dapat dan tulisannya memang bagus, maka bisa jadi tulisan tersebut dimuat di media.

Perlu ditekankan lagi, bahwa profesi seseorang bukan jaminan untuk bisa menembus media. Tapi kualitas tulisannya yang menjadi penilaian utamanya. Karena pertama kali yang dibaca oleh pembaca adalah judulnya, bukan siapa penulisnya.

“Ada anggota DPR yang menulis ratusan kali tapi belum pernah dimuat di media meskipun sering mengirimnya,” tutup CEO Indonesia Literacy Fellowship.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help